INTERAKSI.CO, Banjarmasin — Pameran tunggal seniman Misbach Tamrin bertajuk “Rindang Banua” resmi ditutup, Kamis (4/12/2025) malam. Event seni yang berlangsung di Gedung Warga Sari Banjarmasin itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel ini menampilkan 21 karya lukisan terbaik sang maestro seni yang menggambarkan keindahan alam, karakter masyarakat, hingga napas budaya Banua.
Selama pameran berlangsung, pengunjung disuguhkan ragam karya dengan gaya visual khas Misbach Tamrin yang menekankan kedekatan manusia dengan alam serta dinamika kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Setiap lukisan menghadirkan nuansa kerindangan dan kehangatan budaya, sesuai dengan tema yang diangkat.
Sejak pintu dibuka, suasana Gedung Warga Sari tampak hidup oleh kehadiran para pengunjung, terutama kalangan anak muda yang datang silih berganti. Mereka memenuhi ruang pamer, berfoto di depan karya-karya Misbach Tamrin, dan menikmati setiap detail sapuan warna yang merekam identitas visual Kalimantan Selatan.
Karya-karya yang dipamerkan menampilkan ragam tema dari rimbun pepohonan, aktivitas masyarakat pesisir, hingga refleksi budaya lokal yang menjadi ciri khas perjalanan artistik Misbach Tamrin. Kekuatan ekspresif dan kedalaman makna menjadi daya tarik utama yang membuat pameran ini ramai diperbincangkan masyarakat seni dan pengunjung umum.
Perupa senior Kalimantan Selatan, Misbach Thamrin, menyampaikan harapan besarnya kepada generasi muda agar mampu melanjutkan perjuangan dan estafet kreativitas seniman angkatan terdahulu. Hal itu ia ungkapkan dalam momentum penutupan pameran yang menampilkan karya-karya terbaiknya.
”Saya merasa bangga dan dengan rasa terima kasih sebesar-besarnya terhadap kehadiran para generasi muda pada malam penutupan pameran tunggal saya pada malam ini.
Ini merupakan petanda bahwa perkembangan seni rupa di Indonesia secara misional dan khususnya juga untuk di daerah kalsel ini, terutama Kota Banjarmasin, menandakan bahwa apresiasi seni rupa terhadap perkembangan dalam hal di Daerah Kalsel itu semakin meningkat dan semakin maju,” ungkap Misbach Thamrin, Kamis (4/12/2025) malam.
Baca juga: Saat Misbach Tamrin Berbincang dengan Pramoedya di Kapal Anyer-Panjang
Baca juga: Film Kulminasi Misbach Tamrin Tampil di Madani International Film Festival 2025
Misbach memandang anak-anak muda itu hadir di pameran tunggalnya sebagai bentuk pembelajaran yang kemudian hari. Kelak, mereka sebagai generasi yang melanjutkan perjuangan era sebelumnya. Baik menumpahkan cerita dalam peristiwa, entah bersuara lewat karya.
“Saya menilai memang perlu melakukan pembelajaran terhadap seni rupa bahwa ini adalah karya-karya daripada seorang tokoh dari angkatan tua yang sebentar lagi akan pergi,” ungkap Misbach Thamrin sembari tersenyum.
Menurut Misbach, karya-karya seni bukan sekadar tampilan visual, tetapi jejak pemikiran dan perjalanan panjang seorang seniman. Karena itu, ia berharap generasi muda dapat mengambil pelajaran sekaligus meneruskan perjalanan tersebut.
“Sehingga kami mengharapkan generasi muda bisa melanjutkan perjuangan kami sebagai estafet perjuangan. Semoga generasi muda dapat mencapai kemajuan yang lebih besar,” pesannya.
Misbach juga menambahkan bahwa perkembangan seni rupa di masa mendatang sangat bergantung pada keberanian dan kreativitas para seniman muda. Ia berharap mereka dapat melampaui capaian generasinya.
“Dan mengalami suatu peningkatan yang lebih jauh daripada apa yang telah generasi saya capai selama ini,” ujarnya.
Misbach pun mengaku terharu melihat antusiasme pengunjung, terutama anak muda, yang hadir di malam pameran tersebut.
“Itulah harapan saya terhadap generasi muda, dengan pertanda pada malam ini kelihatan kemeriahan mereka dalam menyambut pameran saya sebagai seni rupa dari angkatan tua yang sebentar lagi akan pergi,” tandasnya.
Penulis: M Rahim Arza





![[Review] Wildoze dan Angka 27](https://interaksi.co/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260226-WA0014-218x150.jpg)