INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Setelah sempat dilaporkan hilang akibat tenggelam di Sungai Alalak, korban tenggelam atas nama Furqon (12) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (20/3) malam.

Peristiwa bermula saat korban berenang bersama teman-temannya. Saat itu, korban diduga memaksakan diri untuk ikut turun ke sungai meski tidak bisa berenang hingga akhirnya ia terseret arus deras.

Setelah tim melakukan pencarian kurang lebih 40 jam, korban akhirnya ditemukan oleh warga pada Jumat (20/3), sekitar pukul 22.50 Wita di Alalak Utara RT 5.

Ramadhan, warga setempat, awalnya mendengar orang berteriak ada mayat mengapung di sungai belakang rumahnya.

“Habis mendengar, cepat-cepat didatangi. Ternyata benar ada mayat mengapung, posisinya menelungkup,” terangnya.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada tim rescue. Pihak keluarga yang mengetahui hal itu langsung mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke rumah duka.

Namun, pihak keluarga korban menolak dilakukan visum atau autopsi. Penolakan dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diserahkan langsung ke pihak berwenang.

Jenazah korban langsung dikebumikan di belakang rumah duka yang beralamat di Jalan Perdagangan Komplek Permai I, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada malam yang sama.

Menilai perkara kasus tenggelam yang kerap menimpa anak-anak, Rizki, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, turut mengimbau orang tua untuk mengingatkan anak-anaknya.

“Khususnya untuk orang tua yang anaknya sering bermain di luar, seperti air supaya lebih aktif menjaga anak-anaknya,” imbaunya.

Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Kamis (19/3) pada pagi hari di Sungai Alalak, tepatnya di kawasan Jalan Tembus Perumnas RT 41, Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Editor: Puja Mandela

Author