INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Ratusan warga memadati kantor Kelurahan Alalak Selatan untuk membeli gas elpiji 3 kilogram. 

Itu dalam rangka distribusi tepat sasaran yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Pertamina melalui Agen Elpiji PT Abadi Gunung Raja untuk menekan lonjakan harga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Interaksidotco, sebanyak 400 tabung gas elpiji 3 kilogram didistribusikan hari ini. Jumlah tersebut terbagi untuk dua kelurahan, yakni Kelurahan Alalak Selatan dan Kelurahan Kelayan Selatan.

Mulyadi (49), warga Alalak Selatan, mengaku kenaikan harga elpiji 3 kilogram sudah berlangsung selama sepekan terakhir.

Ia biasa membeli gas seharga Rp25.000 di pengecer, namun beberapa hari terakhir harganya melonjak hingga Rp28.000 bahkan menyentuh Rp35.000.

“Alasan naik harga (kata pengecer) karena dari agen lambat mendistribusikan gas elpiji ke pangkalan,” kata Mulyadi kepada Interaksidotco, Senin (7/7/2025).

Warga Alalak Selatan mengantre elpiji 3 kilogram di kantor kelurahan. Foto: Interaksi.co/Rezaldi

Baca juga: Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Pasar Antasari, Harga Sembako Masih Stabil

Baca juga: Festival Musik Tradisi Indonesia 2025 Siap Digelar di Banjarmasin

Mulyadi merasa bersyukur dengan adanya distribusi tepat sasaran ini. Menurutnya, program ini cukup membantu meredam kelangkaan elpiji.

Persoalan lonjakan harga, kata dia, bukan pada ketersediaan stok, melainkan jalur distribusi yang bermasalah.

“Ada juga yang bilang stok habis, padahal masih ada. Sebab, dia tidak mau menjualkan karena sudah dipesan langganannya. Tapi, dengan adanya distribusi elpiji ini ke kelurahan ini cukup senang mendapatkan dengan harga sesuai HET,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penguatan Ekonomi Disperdagin Kota Banjarmasin, Faisal Akly, mengungkapkan bahwa lonjakan harga elpiji 3 kg bermula di tingkat pengecer. 

Hasil pantauan Disperdagin di lapangan menunjukkan sebagian besar pengecer tidak mengambil elpiji langsung dari pangkalan resmi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kabid Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Disperdagin Banjarmasin, Faisal Akly saat diwawancarai. Foto: Interaksi.co/Rezaldi

“Mereka (pengecer) mengambil elpiji 3 kilogram sudah melewati beberapa tangan. Tidak mengambil di pangkalan atau agen. Itulah yang membuat harga naik di tingkat pengecer,” ungkap Faisal Akly kepada Interaksidotco saat ditemui di lokasi.

Faisal juga menambahkan, distribusi elpiji memang sempat terhambat pada akhir Juni lalu karena banyaknya hari libur.

Mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah mengambil langkah untuk menekan lonjakan harga. Distribusi tepat sasaran ini akan berlangsung hingga 15 Juli mendatang, mencakup 11 kelurahan di Kota Banjarmasin.

“Mudah-mudahan langkah distribusi tepat sasaran gas elpiji ini bisa menurunkan lonjakan harga di masyarakat Kota Banjarmasin,” tandasnya.

Author