INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Harga ikan haruan yang meroket bikin inflasi di Banjarmasin ikut naik. Badan Pusat Statistik mencatat, andilnya mencapai 0,13 persen pada Juli 2025. Pemerintah kota pun putar otak, salah satunya lewat budidaya.

Tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mulai mengembangkan budidaya ikan haruan agar stok tetap aman dan harga stabil.

“Ikan haruan dan cabai sangat memengaruhi terhadap inflasi daerah ketika permintaan banyak, tetapi stok tidak memadai,” kata Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi kepada Interaksi.co, Sabtu (23/8/2025).

Tingginya permintaan ini bukan tanpa alasan. Warga Banjarmasin menggemari ikan haruan sebagai lauk pauk, misalnya saja Ketupat Kandangan dan Nasi Kuning.

Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi saat diwawancarai. Foto: Interaksi.co/Rezaldi

Baca juga: Bamara Mancing Festival: Daftar Gratis, Cukup Bayar Pakai Botol Plastik

Baca juga: KONI & Askab PSSI Tanah Bumbu Launching Jersey Tim Sepak Bola Porprov 2025

Tak hanya untuk kuliner, pengembangan budidaya ikan haruan juga diarahkan mendukung program hilirisasi Pemerintah Kalimantan Selatan. Salah satunya, pemanfaatan albumin ikan ini untuk pengobatan dan bahan kosmetik.

Meski begitu, Yuliansyah mengatakan proses budidaya ikan haruan bukan perkara mudah.

“Mereka (ikan haruan) itu ikan predator. Tapi, ketika dibudidayakan tentu sifat-sifatnya masih ada, itu yang menjadi tantangan. Kemudian untuk mencapai ukuran ideal untuk dijual memerlukan 14 bulan,” beber dia.

Mendukung pengembangan ini, DKP3 telah memperlihatkan sampel ikan haruan budidaya kepada Wali Kota Banjarmasin saat pembukaan Bamara Mancing Festival. Mereka juga meminta dukungan pemerintah agar program ini dilanjutkan tahun depan.

“Kami sudah sampaikan kepada Wali Kota Banjarmasin terkait mohon bantuan pendanaan untuk melebarkan budidaya ikan haruan dan semoga bisa menekan inflasi daerah,” tandasnya.

Author