INTERAKSI.CO, BanjarmasinJean-Baptiste Kempf, pencipta VLC Media Player sekaligus kepala organisasi VideoLAN, memilih jalur berbeda dari kebanyakan perusahaan teknologi.

Di tengah derasnya tawaran besar untuk menjadikan VLC berbayar atau penuh iklan, Kempf menolak semuanya. Alasannya sederhana, VLC harus tetap gratis, terbuka, dan bisa dipakai siapa saja di seluruh dunia.

Keputusan ini terbukti tepat. VLC kini menjadi salah satu pemutar media paling populer di dunia, dengan lebih dari 6 miliar unduhan sejak pertama kali diluncurkan. Aplikasi ini tersedia di Windows, Mac, Linux, hingga perangkat Android dan iPhone.

Baca juga: iPhone 17 Pro Series Resmi Diluncurkan, Paling Kuat dengan Chip A19 Pro & Ceramic Shield 2

Berbeda dengan banyak software lain yang sering membatasi fitur gratis, VLC justru memberi kebebasan penuh.

Pengguna bisa memutar hampir semua format video dan audio tanpa perlu khawatir iklan mengganggu atau biaya langganan bulanan. Filosofi “mengutamakan pengguna di atas uang” membuat VLC dicintai banyak orang.

Sebagai perangkat lunak open-source, VLC memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk melihat, memodifikasi, dan ikut mengembangkan program ini. Hal itu menjadikan VLC selalu aman, cepat, dan terus diperbarui oleh komunitas global.

Sikap Kempf menempatkan prinsip di atas keuntungan finansial, sebuah hal yang jarang ditemui di industri perangkat lunak.

Keputusan ini menjadikan VLC bukan hanya alat pemutar media, tetapi juga simbol bahwa teknologi bisa dikembangkan dengan niat melayani, bukan sekadar mencari laba.

Bagi jutaan pengguna di seluruh dunia, VLC adalah contoh nyata bahwa sederhana, gratis, dan bebas iklan bisa menjadi alasan utama sebuah software bertahan lama sekaligus dicintai lintas generasi.

Author