INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Serial anime legendaris Dragon Ball kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar.

Kali ini, sorotan tertuju pada versi dubbing bahasa Arab yang menghadirkan perubahan besar terhadap salah satu elemen paling ikonik dalam cerita, yaitu asal usul Kera Raksasa milik ras Saiyan.

Perubahan ini bukan sekadar sensor biasa, melainkan pengeditan narasi yang tergolong paling ekstrem dan menarik dalam sejarah penayangan Dragon Ball di berbagai negara.

Alih alih menampilkan transformasi biologis khas Saiyan, versi dubbing Arab menghadirkan interpretasi yang sama sekali berbeda.

Baca juga: Jujutsu Kaisen Season 3 Resmi Tayang, Yuta Okkotsu Muncul sebagai Algojo Yuji Itadori

Dalam cerita aslinya, Kera Raksasa atau Oozaru berperan penting sebagai penghubung antara Dragon Ball dan Dragon Ball Z. Transformasi ini menjadi ciri khas ras Saiyan sebelum kekuatan Super Saiyan diperkenalkan dan mendominasi alur cerita.

Secara kanon, Saiyan yang masih memiliki ekor akan berubah menjadi Kera Raksasa ketika melihat bulan purnama.

Transformasi ini meningkatkan kekuatan secara drastis dan menjadi ancaman besar bagi musuh. Namun, dalam dubbing bahasa Arab, konsep tersebut diubah secara signifikan.

Alih alih berubah langsung menjadi Kera Raksasa, karakter Saiyan digambarkan memanggil sosok gorila raksasa yang menyerupai mesin buatan.

Adegan transformasi disensor dan digantikan dengan rangkaian pengeditan kreatif yang menampilkan Kera Raksasa sebagai entitas terpisah yang bertarung atas perintah Saiyan.

Di versi yang beredar di Arab Saudi, penyuntingan ini bahkan menolak mengakui bahwa Saiyan dan Kera Raksasa merupakan individu yang sama.

Penonton hanya diperlihatkan Kera Raksasa milik Vegeta yang mengenakan pakaian identik dengannya dan melakukan pola pertempuran serupa, seolah olah mereka adalah dua sosok berbeda.

Perubahan ini tampaknya merupakan kelanjutan dari revisi lain dalam dubbing Arab Dragon Ball, terutama terkait asal usul ekor Goku.

Dalam versi ini, ekor Goku tidak dianggap sebagai bagian biologis, melainkan buatan, sehingga ras Saiyan secara keseluruhan digambarkan lebih menyerupai mesin daripada makhluk hidup.

Dampaknya tidak berhenti di situ. Perubahan tersebut menciptakan efek domino yang mengubah berbagai aspek narasi Dragon Ball. Salah satu contoh paling mencolok terlihat pada motivasi Frieza.

Dalam cerita asli, Frieza terdorong oleh ketakutan terhadap legenda Super Saiyan. Namun, dalam dubbing bahasa Arab, ketakutan tersebut bergeser. Frieza justru digambarkan khawatir akan ancaman pasukan gorila raksasa buatan yang bisa menyerangnya sewaktu waktu.

Dengan memisahkan Saiyan dan Kera Raksasa secara total, peran dan makna ras Saiyan dalam konflik besar Dragon Ball ikut berubah.

Saiyan tidak lagi menjadi pusat ancaman eksistensial, melainkan sekadar pelengkap dalam narasi yang lebih menekankan bahaya dari makhluk buatan raksasa.

Meski menuai keheranan, perubahan ini justru menunjukkan bagaimana satu versi dubbing dapat mengubah wajah sebuah cerita ikonik.

Bagi sebagian penggemar, dubbing Arab Dragon Ball kini dikenang bukan hanya sebagai versi yang disensor, tetapi sebagai interpretasi alternatif paling unik dalam sejarah seri ini.

Author