INTERAKSI.CO, Batulicin – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Agung Nurussalam, Gunung Tinggi, Batulicin, Senin (19/1/2026).
Menurut Bupati, pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai keimanan dan akhlak merupakan fondasi utama dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan karakter, yang menjadi dasar dalam mewujudkan pemerintahan yang amanah, berintegritas, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Rudi Latif.
Baca juga: Lima Sekolah di Tanah Bumbu Raih Penghargaan Adiwiyata 2025
Ia berharap, ilmu dan hikmah yang diperoleh melalui peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi penguat spiritual bagi seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat, sehingga ajaran Rasulullah SAW dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus dijadikan pedoman dalam membangun Kabupaten Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Andi Rudi Latif juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Habib Ali bin Muhammad Bakhri Al Hamid serta penceramah Guru Fahriansyah, S.Pd.I, pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqomah Mantewe, yang telah berkenan hadir dan memberikan tausiyah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Habib Ali bin Muhammad Bakhri Al Hamid serta Guru Fahriansyah. Kehadiran beliau merupakan kehormatan dan membawa keberkahan bagi daerah kami,” ungkap Bupati.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat Tanah Bumbu.





