INTERAKSI.CO, Cremonese – Pertandingan Cremonese melawan Inter Milan pada pekan ke-23 Serie A di Stadio Giovanni Zini, Senin (02/02/2026) dini hari WIB, tercoreng oleh insiden serius di tribun penonton.
Kiper Cremonese sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan kembang api oleh oknum suporter Inter Milan.
Insiden terjadi pada menit ke-49 saat pertandingan memasuki babak kedua. Emil Audero berdiri sendirian di area penalti ketika sebuah flare dilempar dari arah tribun pendukung tim tamu.
Kembang api tersebut meledak tepat di dekat posisinya, memicu suara ledakan keras dan kepanikan di dalam stadion.
Baca juga: Liverpool Pesta Gol di Anfield, Lumat Qarabag 6-0 dan Lolos ke 16 Besar Liga Champions
Audero tampak terkejut dan langsung terjatuh sambil memegangi kakinya. Tim medis Cremonese segera masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan.
Dari hasil pemeriksaan awal, Audero mengalami luka bakar ringan di bagian kaki akibat percikan flare. Meski demikian, mantan kiper Inter Milan itu dinyatakan masih mampu melanjutkan pertandingan beberapa menit kemudian.
Aksi berbahaya tersebut langsung mendapat respons dari pihak Inter. Sejumlah pemain, termasuk pelatih Cristian Chivu, menghampiri tribun suporter untuk menenangkan pendukung mereka dan meminta agar tindakan serupa tidak kembali terulang.
Upaya tersebut berhasil meredam situasi sehingga pertandingan dapat dilanjutkan hingga selesai.
Secara hasil, Cremonese harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor 0-2. Dua gol kemenangan I Nerazzurri dicetak oleh Lautaro Martinez pada menit ke-16 dan Piotr Zielinski menit ke-31.
Tambahan tiga poin membuat Inter semakin kokoh di puncak klasemen Serie A dengan koleksi 55 poin, sementara Cremonese tertahan di papan bawah.
Namun, kemenangan tersebut dibayangi ancaman sanksi. Insiden pelemparan kembang api berpotensi membuat Inter Milan dijatuhi denda besar oleh otoritas Serie A.
Tak hanya itu, klub juga bisa menghadapi pembatasan jumlah suporter, khususnya dalam laga tandang berikutnya.
Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya keselamatan pemain dan pengawasan ketat terhadap perilaku suporter di stadion.
Emil Audero beruntung tidak mengalami cedera serius, namun insiden tersebut menjadi peringatan keras agar sepak bola tetap menjadi ruang yang aman bagi semua pihak.





