INTERAKSI.CO, Jakarta – Pembangunan jalan akses di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dipacu untuk menopang Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Di tengah tantangan alam berupa rawa berlumpur, curah hujan tinggi, dan pasang surut air, progres pembangunan tetap bergerak maju.
Anggota tim survei Jhonlin Group, Alex Bastomi, menyebut perintisan jalan telah mencapai 58,44 kilometer dari total rencana 135 kilometer yang menghubungkan Wanam dengan pusat Kota Merauke.
Dari jumlah tersebut, sekitar 11,53 kilometer telah diperkeras dan kini bisa dilalui kendaraan untuk menunjang aktivitas proyek, khususnya pengangkutan material.
“Meski kondisi alam cukup berat, pembangunan jalan tetap berjalan. Ruas yang sudah diperkeras dengan batu kini bisa digunakan,” ujar Alex dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Baca juga: TNI Turun Tanpa Lelah, Pulihkan Rumah Warga dan Harapan Aceh Pascabencana
Selain pembangunan jalan, proyek KSPP Wanam juga mencakup pembukaan lahan yang hingga kini telah mencapai 9.781 hektare. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah baru seluas satu juta hektare.
Infrastruktur jalan menjadi tulang punggung utama pengembangan kawasan tersebut. Tanpa akses darat yang memadai, distribusi logistik dan hasil pertanian akan bergantung pada jalur air yang selama ini menjadi kendala utama mobilitas di wilayah Wanam.
Dampak pembangunan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Ulus, warga asli Merauke yang kini bekerja sebagai sopir truk pengangkut material proyek, mengaku kondisi akses darat saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Dulu jalannya setengah mati karena lumpur. Sekarang sudah mending, mobil bisa lewat,” katanya. Ia menuturkan, sebelum ada jalan, aktivitas di Wanam sangat terbatas dan sangat bergantung pada kondisi cuaca serta jalur air.
Untuk menjaga kestabilan badan jalan, pembangunan akses KSPP Wanam dilengkapi sistem drainase terintegrasi. Sistem ini tidak hanya memperkuat struktur jalan, tetapi juga mendukung jaringan irigasi lahan pertanian di sekitarnya.
Pemerintah menaruh harapan besar pada proyek ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kualitas lahan food estate di Merauke bahkan dinilai lebih baik dibandingkan Australia, berdasarkan kajian sejumlah ahli.
Sementara itu, pimpinan PT Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam menegaskan komitmennya untuk membantu pemerintah menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Ia menilai pembangunan infrastruktur jalan menjadi kunci agar proyek cetak sawah satu juta hektare dapat terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta bangsa.





