INTERAKSI.CO, Kotabaru – Gerai Ikan Murah yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru mendapat sambutan antusias masyarakat. Dalam pelaksanaan perdana di halaman Kantor Dinas Perikanan Kotabaru, Kamis (15/10/2026), sebanyak 100 kilogram ikan yang disediakan ludes diminati pembeli hingga sejumlah warga tidak kebagian.
Program ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus membantu masyarakat memperoleh sumber pangan bergizi dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Zaenal Arifin, mengatakan gerai tersebut diinisiasi untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, terutama ketika harga ikan di pasaran mengalami kenaikan.
“Kalau harga ikan mahal, masyarakat mungkin akan kesulitan untuk membeli. Karena itu, kami meminta Bidang Daya Saing untuk mengadakan gerai ikan murah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah jenis ikan segar, seperti bandeng, lele, dan tongkol, dijual dengan harga di bawah pasaran. Salah satu yang menarik perhatian pembeli adalah ikan bandeng yang ditawarkan Rp15.000 per kilogram, sedangkan harga di pasar dapat mencapai Rp30.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan ikan dengan biaya lebih hemat. Kegiatan ini juga diharapkan membantu memperluas pemasaran hasil perikanan lokal.
Produk UMKM Turut Dipasarkan
Gerai Ikan Murah tidak hanya menyediakan ikan segar, tetapi juga menjadi wadah pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dinas Perikanan Kotabaru.
Beragam produk olahan perikanan turut ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari pentol ikan, kerupuk ikan, cendol ikan, bandeng asap, hingga berbagai produk olahan lainnya.
Kehadiran produk tersebut diharapkan memperluas jangkauan pemasaran UMKM sekaligus memperkenalkan beragam olahan berbahan dasar ikan kepada masyarakat.
Zaenal menjelaskan, ikan yang dijual berasal dari pengepul dan pembudidaya lokal. Namun, pada pelaksanaan perdana, jumlah pasokan masih terbatas karena pengambilan ikan belum banyak, sedangkan minat masyarakat ternyata cukup tinggi.
Melihat respons tersebut, Dinas Perikanan berencana menambah pasokan pada pelaksanaan berikutnya agar lebih banyak warga dapat menikmati program ini.
“Ternyata antusias masyarakat sangat tinggi, bahkan ada yang tidak kebagian. Ke depan, pasokan akan kami perbanyak dan kegiatan ini akan diupayakan rutin minimal sebulan sekali,” jelasnya.
Dinas Perikanan juga merencanakan Gerai Ikan Murah sebagai agenda rutin setidaknya satu kali dalam sebulan. Jadwal pelaksanaan berikutnya akan diinformasikan kepada masyarakat.
Biaya BBM dan Cuaca Jadi Tantangan Nelayan
Di balik upaya menyediakan ikan dengan harga terjangkau, sektor perikanan Kotabaru masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama biaya operasional nelayan dan kondisi cuaca.
Zaenal menyebutkan, bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar bagi nelayan saat melaut. Sementara itu, angin kencang dan gelombang tinggi dapat menghambat aktivitas penangkapan ikan.
Ketika cuaca tidak memungkinkan, sebagian nelayan terpaksa tidak melaut. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan ikan laut dan memengaruhi harga di pasaran.
Menurut Zaenal, Kotabaru memiliki enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk melayani kebutuhan BBM nelayan. Namun, dari lebih 11 ribu nelayan terdaftar, baru sekitar 4 ribu yang menerima BBM bersubsidi berdasarkan data yang disampaikannya.
Karena itu, pembaruan data penerima subsidi dinilai perlu dilakukan secara berkala agar penyaluran lebih tepat sasaran. Pendataan tersebut mencakup nelayan yang sudah tidak aktif, kapal yang tidak lagi beroperasi, serta pemilik kapal yang telah meninggal dunia.
Dengan data yang lebih akurat, alokasi subsidi dapat dipertimbangkan untuk disalurkan kepada nelayan lain yang memenuhi persyaratan, tetapi belum memperoleh akses.
Kapasitas Kapal Nelayan Perlu Ditingkatkan
Selain persoalan BBM, keterbatasan ukuran kapal juga menjadi tantangan dalam meningkatkan produktivitas nelayan Kotabaru.
Zaenal menyebutkan, sebagian besar kapal nelayan masih berukuran di bawah 5 gross tonnage (GT). Kondisi ini membuat jangkauan wilayah penangkapan relatif terbatas.
Ke depan, Dinas Perikanan berupaya memfasilitasi peningkatan kapasitas kapal nelayan agar mereka dapat menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas sesuai ketentuan yang berlaku.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketersediaan ikan di pasaran. Pasokan yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Melalui Gerai Ikan Murah, Dinas Perikanan Kotabaru berharap masyarakat semakin mudah memperoleh ikan sebagai sumber pangan bergizi. Program ini juga diharapkan memberi manfaat bagi nelayan, pembudidaya, pengepul, dan pelaku UMKM pengolahan hasil perikanan.
Tingginya minat masyarakat pada pelaksanaan perdana menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara untuk memperbaiki penyediaan dan distribusi ikan. Dengan penambahan pasokan dan pelaksanaan rutin, gerai ini diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sarana pemasaran hasil perikanan lokal sekaligus membantu masyarakat mendapatkan ikan dengan harga lebih terjangkau.





