INTERAKSI.CO, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengumumkan struktur organisasinya.

Menariknya, selain diisi oleh para profesional dalam negeri, jajaran Dewan Penasihat juga melibatkan sejumlah nama besar dari luar negeri yang memiliki pengalaman luas di bidang ekonomi dan investasi global.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, hedge fund terbesar di dunia dengan aset kelolaan mencapai US$ 124 miliar.

Selain itu, ada ekonom dan akademisi global Jeffrey Sachs, Equity Portfolio Manager Capital Group F Chapman Taylor, serta mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Baca juga: IHSG Anjlok 2,30% ke Level 6.114,21 Usai Peralihan Saham BUMN ke Danantara

Alasan Menggandeng Tokoh Internasional

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa pemilihan Dewan Penasihat dari luar negeri didasari oleh kebutuhan untuk memahami risiko makroekonomi dan geopolitik dalam investasi.

“Risiko makro semakin besar, begitu juga dengan risiko geopolitik. Karena itu, kami mengajak sosok-sosok seperti Ray Dalio dan Jeffrey Sachs yang memiliki wawasan luas dalam menghadapi tantangan global,” ujar Pandu dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa semua tokoh yang bergabung dalam Danantara merupakan profesional terbaik di bidangnya, bukan sekadar titipan pihak tertentu.

“Semoga dengan pengumuman ini, masyarakat bisa melihat bahwa tim Danantara diisi oleh orang-orang terbaik, baik dari dalam negeri maupun global. Tidak ada unsur titipan, semuanya profesional,” tambahnya.

Dewan Penasihat Danantara

Berikut adalah daftar Dewan Penasihat Danantara yang telah diumumkan:

  • Ray Dalio – Pendiri Bridgewater Associates

  • Helman Sitohang – Bankir senior

  • Jeffrey Sachs – Ekonom dan akademisi global

  • F Chapman Taylor – Equity Portfolio Manager Capital Group

  • Thaksin Shinawatra – Mantan Perdana Menteri Thailand

Dengan kehadiran para pakar global ini, Danantara diharapkan dapat membawa strategi investasi yang lebih matang dan adaptif terhadap dinamika perekonomian dunia.

Author