INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Potongan video konten podcast Kang Dedi Mulyadi viral di berbagai media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit 38 detik yang diunggah ke TikTok itu, narasumber diduga menyebut masyarakat Kalimantan, khususnya suku Banjar sebagai pemalas. Pernyataan tersebut dinilai mencederai identitas dan martabat masyarakat Banua.

Menanggapi hal tersebut, organisasi kemasyarakatan Laung Kuning Banjar dari berbagai kabupaten dan kota melaporkan pria dalam podcast tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan.

“Terduga pelaku ini memberikan statement yang dapat memecah belah keutuhan bangsa, melakukan penghinaan, dan meresahkan masyarakat,” kata Abdul Haris Effendi, Ketua Laung Kuning DPC Banjarbaru, Jumat (25/7/2025).

Baca juga: Gitaris Band Radicta Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Ditangkap Polisi

Baca juga: Aksi Tanah Bumbu Berselawat Meriahkan HUT RI ke-80, Total Hadiah Capai 250 Juta

@dedimulyadiofficial

Sungguh sosok suami yang luar biasa

♬ suara asli – KANG DEDI MULYADI

Pihak Ditreskrimsus Polda Kalsel menyatakan bahwa laporan tersebut akan dipelajari lebih lanjut, khususnya terkait adanya unsur pidana dan niat jahat dalam pernyataan yang dilaporkan.


“Ditkrimsus tadi telah memberikan masukan terkait dengan apakah kira-kira memenuhi unsur pidana. Tentu kita akan melihat adanya niatan jahat dari ucapan bapak yang ada di podcast tersebut,” ujar AKBP Riza Mutaqien.

Meski begitu, AKBP Riza menambahkan, dalam potongan video yang beredar konteks pernyataan KDM masih perlu didalami lebih lanjut.

“Kalau dilihat dari penyampaian Pak KDM, beliau bersyukur dan menyebut suku di Kalimantan ini bahwa memang Kalimantan Selatan sangat subur alamnya,” jelasnya.

Di tengah reaksi masyarakat, massa dari Laung Kuning Banjar mengimbau masyarakat Banjar untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Mereka menegaskan pentingnya menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain melapor ke aparat penegak hukum, perwakilan massa juga membacakan pernyataan sikap. Mereka menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban atas video yang telah viral tersebut.

Author