INTERAKSI.CO, Samarinda – Dua rumah warga di tepi Sungai Mahakam, tepatnya di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, nyaris ambruk setelah tertabrak tongkang bermuatan batu bara pada Senin (6/10/2025) pagi.
Insiden bermula ketika Tugboat Putra Rupat 9 yang menarik tongkang BG Tanjung Medan 9 kehilangan kendali di tengah arus sungai yang deras.
Diduga tali tambat tongkang putus, sehingga kapal besar itu terseret dan menghantam bagian belakang dua rumah warga di bantaran sungai.
Baca juga: Korban Keracunan MBG di Martapura Capai 130 Orang, Puluhan Dirawat Inap
Salah satu pemilik rumah, Rajidi, mengaku sempat panik lantaran benturan keras membuat bangunannya bergetar hebat.
“Saya kira tadi gempa, ternyata kapal yang nabrak. Rumah saya rusak parah di bagian belakang,” ujarnya.
Meski mengalami kerugian besar, warga mengaku belum mendapat ganti rugi dari pihak perusahaan.
Mereka berdalih sudah membayar pungutan kepada oknum yang mengaku sebagai pengelola tambatan liar di kawasan tersebut. Warga kemudian diminta menghubungi pihak tersebut, namun tidak mendapat respons.
Kasus ini pun membuka dugaan adanya praktik pungutan liar terhadap kapal-kapal tongkang yang bersandar di Sungai Mahakam.
Kepala KSOP Samarinda menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab insiden serta menindak pihak yang bertanggung jawab.
Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden serupa di kawasan Sungai Mahakam, yang kerap menjadi jalur utama transportasi batu bara di Kalimantan Timur.




![[Review] Wildoze dan Angka 27](https://interaksi.co/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260226-WA0014-218x150.jpg)
