INTERAKSI.CO, Jakarta – Film “Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa” hadir dengan gebrakan baru di dunia perfilman Indonesia.
Menariknya, film berdurasi 30 menit ini sepenuhnya diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Produser film, King Bagus, mengungkapkan bahwa produksi film tersebut hanya memerlukan waktu satu bulan dengan biaya sekitar Rp200 juta.
“Saat banyak yang membuat film dengan biaya besar, kami justru mencoba berbeda. Film ini hanya dikerjakan dengan biaya Rp200 juta,” jelasnya.
Film ini diproduksi oleh tim kecil berjumlah lima orang, di mana setiap anggota memiliki tanggung jawab spesifik dalam membangun adegan, mulai dari perang, drama, hingga adegan kelahiran.
Menurut King Bagus, tantangan terbesar dalam pengerjaan adalah menjaga kontinuitas visual.
“Membangun konsistensi untuk AI itu sulit. Banyak yang bisa menghasilkan adegan singkat, seperti 8 hingga 16 detik, tetapi ketika ditantang membuat adegan 3 menit, banyak yang gagal. Itulah yang harus kami jaga selama proses produksi,” tuturnya.
“Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa” menampilkan rekonstruksi perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825–1830) melawan kolonial Belanda.
Visual film dibangun melalui riset sejarah yang kemudian dipadukan dengan teknologi AI, menghasilkan detail kota, medan perang, hingga karakter tokoh dengan nuansa yang hidup.
Film ini bisa disaksikan secara gratis melalui platform usky.ai, menawarkan pengalaman baru bagi penonton untuk melihat perpaduan sejarah dan teknologi modern dalam sebuah karya layar lebar.