INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Terdampak cuaca ekstrem, harga Cabai di Banjarbaru meroket. Kenaikan signifikan terjadi pada cabai rawit lokal.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Bauntung, Halim mengungkap, kenaikan paling terasa terjadi pada cabai kecil atau cabai rawit.

Naiknya pun bervariasi antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogramnya.

“Cabai rawit, japlak naik. Untuk lokalan yang cabai kecilnya semua naik. Tapi tidak untuk cabai besar sama keritingnya,” ucapnya, Jumat (16/01).

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit terjadi cukup drastis dalam waktu singkat yaitu sekitar Rp15.000 per Rabu (14/1) lalu.

“Jadi sekarang Rp70.000 per kilogramnya, sebelumnya Rp55.000,” detailnya.

Baca juga: Kalsel Bakal Miliki Stadion Bertaraf Internasional, Berlokasi di Banjarbaru

Halim juga menjelaskan, naiknya harga cabai rawit dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat banyak daerah sentra produksi yang terdampak banjir.

“Karena ini banyak yang kebanjiran, jadi sedikit saja stoknya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pasokan, katanya cabai rawit yang dijual berasal dari beberapa daerah di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Cabai kecil ini macam-macam dari Pelihari sama dari Bati-Bati,” katanya.

Sementara itu, komoditas hortikultura lainnya ungkap Halim masih relatif stabil, seperti harga tomat yang tidak mengalami perubahan meski didatangkan dari luar daerah.

“Tomat kita datangkan dari Palu, tapi harganya stabil aja di harga Rp8.000 per kilogram,” pungkasnya.

Author