INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Harga RAM dan SSD dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan signifikan dan membuat banyak pengguna komputer terkejut.

Kenaikan ini bukan sekadar dampak lokal, tetapi bagian dari perubahan besar di pasar memori global. Laporan Global Memory Market Outlook 2024–2026 dari BaCloud.com mencatat bahwa pasokan memori kini tak lagi mampu mengikuti lonjakan permintaan yang meningkat pesat di seluruh dunia.

Sektor kecerdasan buatan (AI) disebut sebagai pemicu terbesar dari kenaikan tersebut. Perusahaan teknologi dan pusat data menyerap DRAM serta NAND dalam jumlah sangat besar untuk kebutuhan server berperforma tinggi.

Dalam laporan tersebut, BaCloud.com menyebutkan bahwa sebagian produksi memori dialihkan ke Enterprise Marketplace, sebuah platform digital yang menghubungkan mitra, produk, dan layanan dalam satu sistem terpadu.

Kondisi ini membuat stok untuk pasar konsumen semakin terbatas dan pada akhirnya mendorong harga RAM dan SSD naik tajam.

Baca juga: Krisis Harga RAM dan Storage Diprediksi Memuncak pada 2026

Situasi ini juga diperkuat oleh laporan Tom’s Hardware yang mengutip General Manager Team Group, Beilau. Ia menyatakan bahwa lonjakan harga ini baru dimulai dan berpotensi berlangsung hingga 2026.

Produsen memori secara sengaja menurunkan volume produksi untuk menjaga margin keuntungan di tengah kenaikan permintaan global. Dampaknya, harga DRAM dan NAND melonjak drastis, bahkan disebut mencapai dua kali lipat hanya dalam waktu satu bulan.

Pertanyaan penting yang kini banyak dibahas adalah kapan harga memori akan kembali normal. Proyeksi BaCloud.com menunjukkan bahwa stabilisasi kemungkinan baru terjadi setelah 2026.

Saat itu, kapasitas produksi diperkirakan akan ditingkatkan kembali, sementara pertumbuhan permintaan AI mulai melambat. Selama masa penyesuaian ini, terutama terkait transisi ke teknologi baru seperti DDR5 dan NAND generasi terbaru, harga diprediksi tetap berada di level tinggi.

Dengan mempertimbangkan semakin kuatnya permintaan AI, kebijakan pengurangan produksi oleh produsen, dan mahalnya biaya teknologi generasi baru, tren kenaikan harga RAM dan SSD tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Pengguna disarankan untuk mengevaluasi kebutuhan sebelum melakukan upgrade serta memilih waktu pembelian yang lebih strategis sambil menunggu kondisi pasar kembali stabil.

Author