INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Tim rukyatul hilal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kalimantan Selatan menyatakan hilal tidak terlihat saat pemantauan di Banjarmasin, Senin (17/2/2026) petang.

Pukul 18.25 WITA, petugas melakukan pengamatan sesaat setelah matahari terbenam di titik pantau rooftop RS Amanah Medical Centre.

Hingga batas waktu observasi berakhir, bulan sabit awal Ramadan 1447 Hijriah tidak tampak.

Baca juga: DPRD Kalsel: Desa Dambung Bagian dari Kabupaten Tabalong

Dasar temuan tidak terlihatnya hilal disampaikan langsung oleh Syarifuddin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Katanya, secara Imkannurukyat, posisi elongasi kemudian derajatnya hanya di angka 5 dan 4. Perlu menunggu lagi temuan keberadaan hilal di Aceh, selaku wilayah terdekat dengan Kalsel.

“Potensi perbedaan (awal mula puasa Ramadan) sudah jelas,” ucapnya.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, mengatakan hasil pantauan sudah dilaporkan ke pemerintah pusat.

“Kami sudah melaksanakan rukyat sesuai prosedur. Laporannya sudah kami kirim,” tandasnya.

Laporan dari daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah untuk menetapkan awal Ramadan. Keputusan resmi akan diumumkan setelah sidang isbat selesai.

“Yang jelas kita saling menghotmati. Saling menjaga,” imbaunya.

Di Kalsel sendiri, lokasi pantauan hilal dilakukan di tujuh titik; dari Banjarmasin, Kotabaru, Tanah Laut, Balangan, HSU, HST, dan HSS. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih perlu menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah pusat terkait penetapan awal puasa Ramadan tahun ini.

Author