INTERAKSI.CO – Rapper Igor Saykoji mengungkap secara terbuka bagaimana honor penampilannya di panggung Pestapora digunakan untuk membiayai seluruh tim yang terlibat dalam penampilannya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Saykoji menyebut nilai kontrak penampilannya mencapai Rp45 juta. Namun, dari total nominal tersebut, hanya sekitar Rp4,5 juta yang menjadi pendapatan bersih untuk dirinya.
Sebagian besar honor, yakni sekitar 90 persen atau Rp40,5 juta, dialokasikan untuk kebutuhan tim pendukung. Biaya tersebut mencakup berbagai profesi yang bekerja di balik penampilannya, mulai dari musisi tambahan, tim panggung, penata audio, hingga kru dokumentasi.
Pengungkapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai honor seorang musisi ketika tampil di sebuah festival tidak seluruhnya menjadi pendapatan pribadi sang artis.
Saykoji menilai terdapat perputaran ekonomi yang cukup besar di balik sebuah pertunjukan musik. Satu penampilan di atas panggung melibatkan banyak pekerja dari berbagai bidang yang ikut menopang jalannya pertunjukan.
Menurutnya, kemeriahan festival musik tidak hanya berkaitan dengan artis dan penonton, tetapi juga menggerakkan berbagai profesi di dalam ekosistem industri kreatif.
Ia pun mengajak masyarakat melihat pembelian tiket konser dari perspektif yang lebih luas. Uang yang dikeluarkan penonton tidak hanya menjadi biaya untuk menikmati hiburan, tetapi turut berkontribusi terhadap keberlangsungan industri musik dan para pekerja kreatif yang terlibat di dalamnya.
Penjelasan Saykoji menjadi gambaran mengenai bagaimana pendapatan dari sebuah pertunjukan dapat mengalir ke banyak pihak. Mulai dari musisi pendamping hingga kru teknis, setiap profesi memiliki peran dalam memastikan sebuah penampilan berjalan dengan baik.
Bagi industri musik lokal, keberadaan festival dan pertunjukan langsung menjadi salah satu ruang penting bagi para pekerja kreatif untuk mendapatkan penghasilan sekaligus mempertahankan aktivitas profesional mereka.
Melalui unggahannya, Saykoji juga ingin menunjukkan bahwa di balik penampilan seorang musisi di atas panggung, terdapat ekosistem pekerja yang lebih luas dan ikut bergantung pada keberlangsungan acara musik.
Dengan demikian, sebuah konser tidak hanya menjadi tempat bertemunya musisi dan penonton, tetapi juga menjadi bagian dari perputaran ekonomi yang melibatkan banyak profesi di sektor kreatif.





