INTERAKSI.CO, Jakarta – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, prajurit Tentara Nasional Indonesia terus bergerak membantu pemulihan permukiman warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Fokus utama bantuan diarahkan pada rumah para lansia dan tenaga pendidik agar mereka dapat kembali beraktivitas dan menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih layak dan nyaman.

Sejak pagi hingga petang, para prajurit terlihat bekerja membersihkan lumpur, memperbaiki bangunan, hingga menata kembali lingkungan rumah warga.

Dengan peralatan sederhana seperti sekop dan gerobak, mereka bahu-membahu bersama masyarakat setempat agar rumah-rumah yang rusak bisa segera ditempati sebelum Ramadhan tiba.

Baca juga: Prabowo Perintahkan Percepatan Teknologi Sampah Skala Mikro

Berdasarkan keterangan resmi Tim Media Presiden RI yang diterima di Jakarta, Kamis, rumah-rumah yang dibenahi mayoritas milik lansia yang secara fisik tidak lagi mampu membersihkan sisa material banjir secara mandiri.

Kehadiran TNI menjadi harapan besar bagi warga yang masih berjuang memulihkan kondisi pasca-bencana.

Di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, puluhan prajurit membersihkan endapan lumpur setinggi lebih dari setengah badan orang dewasa di rumah Saiful Bahri. Lumpur tebal yang mengeras dikeruk perlahan agar bangunan tidak rusak lebih parah.

Kegiatan serupa dilakukan di Desa Dayah Kruet, rumah Zubaidah (64), serta rumah Rasyidin di Blang Cut. Sementara di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, rumah Boinem dan Reli Rianto di Desa Bandar Khalifah telah dibersihkan secara menyeluruh.

Di wilayah Bireuen, pembersihan dilakukan di rumah Amirullah dan Rosni di Kecamatan Peusangan, Aspiya dan Hasanah di Peusangan Selatan, serta Putri di Kecamatan Kuta Blang.

Kabupaten Pidie Jaya, khususnya Desa Kota Meureudu, juga menjadi salah satu titik dengan aktivitas pemulihan terpadat.

Tak hanya rumah warga, TNI turut merehabilitasi perumahan guru SD Negeri Rantau Panjang di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Perbaikan meliputi saluran air, halaman, pengecatan tembok, hingga pembersihan sisa lumpur.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus wujud kepedulian agar warga Aceh dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan bermartabat.

Author