INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Kerukunan umat beragama di Kalimantan Selatan terbilang aman. Namun, Kemenag tak ingin kecolongan.

Karenanya, ratusan tokoh lintas agama duduk bersama dalam Temu Konsultasi Pencegahan Konflik Keagamaan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (27/8/2025) petang.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, mengatakan temu konsultasi ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi konflik keagamaan. Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Agama RI pasca insiden perusakan rumah doa jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugrah Padang pada 27 Juli 2025 lalu.

“Nanti yang jelas akan memperkuat kedamaian. Kalau ada masalah-masalah keagamaan bisa disampaikan, segera dikonsultasikan dan dikoordinasikan,” kata Muhammad Tambrin kepada sejumlah wartawan.

Kemenag Kalsel Gelar Temu Konsultasi, Bahas Pencegahan Konflik Keagamaan
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin saat diwawancarai. Foto: Interaksi.co/Rezaldi

Baca juga: Laboratorium Batang Banyu: MTN AsahBakat Dorong Regenerasi Musik Tradisi Kalsel

Baca juga: Jalan Sekolah Sering Tenggelam, Wali Kota Banjarmasin Turun Tangan Benahi Akses SDN 10 Basirih

Kondisi kerukunan umat beragama di Kalsel, kata Tambrin, saat ini aman dan kondusif. Hingga kini, Kemenag belum menerima aduan terkait persoalan konflik keagamaan.

Meski demikian, Tambrin membeberkan pertemuan ini akan membahas isu strategis. Salah satunya adalah prosedur izin pembangunan rumah ibadah yang kerap menjadi pemicu ketegangan di sejumlah wilayah, sehingga Kalsel tidak ingin mengalami hal serupa.

“Jangan sampai kegiatan dan aktivitas (konflik keagamaan) di provinsi lain yang bersinggungan antarumat beragama terjadi di sini. Di Kalsel tetap kita jaga agar kondusif, damai, dan aman,” jelasnya.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso saat diwawancarai. Foto: Interaksi.co/Rezaldi

Mendukung kegiatan ini, Gubernur yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, berharap pertemuan ini mampu menghasilkan rumusan kebijakan untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Mudah-mudahan untuk menjaga kondusifitas yang saat ini sudah bagus dan Pemprov Kalsel mendukung penuh,” tandasnya.

Sebagai informasi, lebih dari 500 peserta dari FKUB, ormas keagamaan, dan kepala madrasah se-Kalimantan Selatan ikut dalam temu konsultasi ini. Acara berlangsung dua hari, 27–29 Agustus 2025, di beberapa hotel di Banjarmasin dengan narasumber sesuai agama masing-masing.

Author

  • Rezaldi

    View all posts