INTERAKSI.CO, Jakarta – Sudah rajin pakai skincare, rutin facial, bahkan perawatan di klinik kecantikan, tapi kulit masih terlihat kusam dan jauh dari kata glowing? Bisa jadi masalahnya bukan di produk, melainkan di kebiasaan tidur.
Tidur cukup dan berkualitas ternyata merupakan fondasi utama kesehatan kulit. Tanpa istirahat yang memadai, berbagai perawatan mahal pun sulit memberikan hasil maksimal.
Dokter kulit di Golden State Dermatology, James Kilgour, menyebut tidur sebagai salah satu pilar terpenting, sekaligus yang paling sering diabaikan, dalam menjaga kesehatan kulit.
Saat kamu tertidur lelap, tubuh meningkatkan aliran darah ke kulit, memacu produksi kolagen, dan mempercepat regenerasi sel. Inilah sebabnya malam hari menjadi waktu emas bagi kulit untuk memperbaiki diri.
Karena itu pula, perawatan kulit malam biasanya difokuskan pada bahan aktif seperti retinoid dan peptide yang membantu pembentukan kolagen dan pergantian sel.
Sementara di siang hari, perawatan lebih diarahkan pada perlindungan, seperti penggunaan serum antioksidan dan tabir surya.
Senada dengan itu, dokter kulit bersertifikasi sekaligus pendiri Marmur Medical di New York, Ellen Marmur, menjelaskan bahwa proses perbaikan kulit berjalan maksimal saat sistem saraf parasimpatik aktif dan ritme sirkadian bekerja optimal.
“Tanpa tidur yang cukup, siklus regeneratif ini tidak bisa mengimbangi kerusakan harian yang dialami kulit,” ujarnya.
Baca juga: Didiagnosis Demensia di Usia 20 Tahun, Pasien Ini Ungkap Gejala Awal
Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga memberi efek nyata pada kondisi kulit.
Pertama, skin barrier melemah.
Saat tidur, kulit memperbaiki lapisan pelindung alaminya. Jika waktu istirahat kurang, proses ini melambat. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, kusam, sensitif, dan rentan terhadap garis halus, bengkak, bahkan gatal. Kelembapan lebih mudah hilang, sementara iritan dan bakteri lebih gampang masuk.
Kedua, jerawat dan peradangan meningkat.
Dermatolog di Austin, Texas, Hallie McDonald, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol. Kondisi ini memicu produksi minyak berlebih, memperparah jerawat, serta memperburuk masalah kulit seperti eksim atau psoriasis.
Selain itu, peradangan di seluruh tubuh ikut meningkat dan bisa muncul dalam bentuk kemerahan atau sensitivitas kulit.
Ketiga, wajah tampak lelah.
Sirkulasi darah yang menurun akibat kurang tidur membuat kulit terlihat pucat dan tidak bercahaya. Lingkaran hitam serta bengkak di bawah mata juga lebih mudah muncul karena perubahan aliran cairan dan darah.
Jika lingkar hitam tidak kunjung membaik, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter karena bisa menandakan kondisi kesehatan tertentu.
Agar kulit tetap sehat dan glowing alami, pastikan tubuh mendapat tidur berkualitas minimal tujuh hingga delapan jam setiap malam.
Untuk membantu tidur lebih nyenyak, kamu bisa mencoba ritual sederhana seperti meredupkan lampu, membersihkan tempat tidur, minum susu hangat, atau menggunakan aromaterapi.
Ingat, skincare terbaik dimulai dari kebiasaan hidup sehat. Tidur cukup bukan hanya membuat tubuh segar, tetapi juga memberi kesempatan bagi kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri.





