INTERAKSI.CO, Jakarta – Negara-negara Arab dan Islam berencana mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dalam beberapa hari mendatang di Doha, Qatar.
Pertemuan ini akan menjadi forum penting untuk merumuskan langkah-langkah kolektif dalam merespons serangan Israel yang belakangan memicu kemarahan luas.
Dilansir dari A News, Kamis (11/9/2025), Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menegaskan bahwa respons regional tengah dipersiapkan bersama mitra negara-negara Arab dan Islam.
“Akan ada respons dari kawasan ini. Respons ini sedang dikonsultasikan dan didiskusikan dengan mitra lain,” ujarnya.
Al Thani menyebut tindakan Israel sebagai bentuk teror negara dan menilai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menghancurkan harapan terkait sandera di Gaza.
“Netanyahu telah menghancurkan harapan bagi para sandera itu. Dia harus diadili. Dia melanggar setiap hukum, melanggar setiap hukum internasional,” tambahnya.
Baca juga: Protes Gen Z Nepal Berujung Rusuh, Tentara Ambil Alih dan Tangkap 27 Penjarah
Menurut kantor berita Tass, Al Thani telah melakukan percakapan dengan sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Pertahanan Khalid bin Salman Al Saud, Menlu UEA Abdullah Bin Zayed Al Nahyan, Menlu Oman Badr bin Hamad Al Busaidi, serta Menlu Mesir Badr Abdelatty.
Selain itu, komunikasi juga terjalin dengan pejabat Yordania dan Lebanon, termasuk Jafar Hassan, Ayman Safadi, Nawaf Salam, dan Youssef Rajji.
Seluruh pejabat tersebut mengutuk serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Doha, yang dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.
Pada 9 September 2025, serangkaian ledakan terjadi di ibu kota Qatar. Militer Israel kemudian mengklaim bertanggung jawab, dengan dalih menargetkan pemimpin Hamas.
Kementerian Luar Negeri Qatar melalui juru bicaranya, Majed al-Ansari, menegaskan Israel bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut. Qatar melaporkan satu pejabat keamanan tewas dan beberapa orang luka-luka.
Sementara itu, Hamas membantah laporan yang menyebutkan anggota tim negosiasinya menjadi korban. Namun, mereka mengonfirmasi enam orang tewas, termasuk putra Khalil al-Hayya, salah satu pemimpin Hamas di Gaza.
KTT mendatang di Doha diharapkan menjadi momentum penting bagi negara-negara Arab dan Islam dalam menentukan langkah kolektif menghadapi eskalasi konflik yang semakin meluas.





