INTERAKSI.CO, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Diskominfo menggelar Workshop Manajemen Data dan Sosialisasi Pembinaan Data Statistik Tahun Anggaran 2025 di Ballroom Lantai 4 Hotel Grand Surya Kotabaru, Jumat (14/11/2025).

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan laporan panitia oleh Plt. Kabid Statistik Diskominfo Kotabaru, Rindayani.

Dalam laporannya, Rindayani menekankan pentingnya penguatan manajemen data sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang akurat.

Ia menjelaskan bahwa proses pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemeliharaan data harus berjalan baik untuk menghindari kesalahan serta menjaga keamanan informasi.

Baca juga: Pemkab Kotabaru Peringati Hari Pahlawan dan HKN ke-61

Sambutan Sekretaris Daerah Kotabaru, Eka Safrudin, yang disampaikan oleh Kepala Diskominfo Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid, kembali menegaskan bahwa data adalah pondasi kebijakan dan pelayanan publik.

Ia mengingatkan bahwa pengelolaan data bukan hanya tugas Diskominfo, tetapi seluruh perangkat daerah.

“Data bukan sekadar angka, tetapi dasar pengambilan keputusan. Tanpa data yang akurat dan terintegrasi, arah pembangunan bisa melenceng dan pelayanan publik menjadi tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas SDM, serta komitmen terhadap transparansi dalam tata kelola data.

Workshop kemudian dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan penyerahan Buku Data Statistik Sektoral.

Workshop menghadirkan dua narasumber utama. Pertama, Plt. Kabid Inovasi dan Teknologi Bapperida Kotabaru, Desi Ira Wahyuni, yang mengingatkan bahwa data yang akurat, mutakhir, serta mudah diakses adalah syarat mutlak penyusunan program pembangunan.

Narasumber kedua, Pranata Komputer BPS Kotabaru, Muhammad Baital Salsabil, memaparkan proses bisnis statistik. Ia menjelaskan metode pengumpulan data seperti sensus, survei, kompilasi administrasi, serta pentingnya keseragaman kualitas data antar-OPD.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kotabaru mempertegas komitmen terhadap penerapan prinsip Satu Data Indonesia (SDI). Fokus utamanya adalah menghadirkan data yang akurat, terpadu, dan dapat dibagikan antarlembaga.

Workshop ini diharapkan meningkatkan kemampuan perangkat daerah dalam mengelola data, metadata, serta menjaga standar kualitas statistik sektoral sebagai dasar perencanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Kotabaru.

Author