INTERAKSI.CO, Jakarta – Pemerintah meminta seluruh SPBU di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk beroperasi selama 24 jam.

Instruksi ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada PT Pertamina (Persero) demi memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

Bahlil menyampaikan keputusan tersebut usai menggelar rapat dengan jajaran Pertamina. Ia menegaskan bahwa mulai esok hari seluruh pompa bensin di lokasi bencana akan dibuka penuh selama 24 jam. Pemerintah juga meminta penambahan unit genset untuk mengantisipasi kendala suplai listrik.

“Kita akan layani kebutuhan masyarakat 24 jam. Kita juga akan tambah genset agar bisa melayani saudara-saudara saya yang membutuhkan BBM,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: BNPB Perbarui Data Bencana di Sumatera: 712 Korban Meninggal, 507 Masih Hilang

Ia turut menyampaikan permintaan maaf atas pelayanan yang belum maksimal pascabencana. Menurut Bahlil, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus berupaya memastikan stok BBM aman dan distribusi berjalan lancar.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan pihaknya menargetkan 90 SPBU di Medan dan sekitarnya dapat kembali beroperasi penuh.

Hingga saat ini, sekitar 60 SPBU sudah beroperasi 24 jam, dan jumlahnya akan terus ditambah seiring pemulihan pascabencana.

“Kita lihat kalau memang bisa 90 SPBU beroperasi 24 jam,” ujarnya.

Ega menilai pasokan BBM di Medan relatif aman setelah dua kapal suplai berhasil bersandar di Terminal BBM Medan. Penambahan SPBU yang beroperasi penuh diharapkan dapat mengurangi antrean panjang warga yang membutuhkan BBM.

Author