INTERAKASI.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberi arahan tegas untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dikembangkan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, sebagai bagian dari pembahasan strategi nasional penanganan sampah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa Presiden menilai teknologi pengolahan sampah skala mikro memiliki potensi besar untuk menjadi solusi cepat dan efektif, terutama di tingkat desa dan kelurahan.
Selama ini, pemerintah memang mendorong proyek waste-to-energy skala besar, namun Prabowo menekankan perlunya solusi yang bisa langsung menyentuh level paling bawah.
“Bapak Presiden meminta agar teknologi pengolahan sampah skala mikro yang sudah dikembangkan di kampus-kampus segera dipercepat penerapannya,” ujar Brian Yuliarto usai rapat.
Baca juga: Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat Toraja, Akui Salah atas Candaan Stand Up 2013
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan mempercepat tahapan pengembangan, termasuk uji coba lapangan terhadap teknologi buatan perguruan tinggi. Brian menargetkan uji coba dapat dilakukan di sejumlah kelurahan dan desa pada tahun ini.
Beberapa teknologi yang dibahas dalam rapat antara lain pengolahan sampah berbasis gasifikasi, plasma-assisted, serta reaktor plasma dingin. Teknologi-teknologi tersebut akan dikaji lebih lanjut untuk menentukan metode yang paling efektif, aman, dan sesuai dengan karakteristik sampah di tingkat kelurahan.
Brian menjelaskan, teknologi skala mikro ini dirancang untuk mengolah hingga 10 ton sampah per hari, menyesuaikan dengan rata-rata volume sampah harian di satu kelurahan. Jika sistem ini berjalan optimal, maka sampah rumah tangga dapat langsung diolah di sumbernya tanpa harus dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Dengan pendekatan ini, sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh. Penanganan bisa dilakukan langsung di tingkat kelurahan, sehingga lebih efisien dan mengurangi beban TPA,” jelasnya.
Selain itu, pengembangan teknologi ini juga akan melibatkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Pendidikan Tinggi akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi yang diterapkan ramah lingkungan dan memenuhi standar keselamatan.
Pemerintah juga akan menggandeng Danantara untuk mendorong pengembangan teknologi secara lebih massal dan terstandar.
Ke depan, uji coba direncanakan dilakukan di beberapa kota dengan melibatkan pemerintah daerah. Pemerintah berharap pendekatan ini mampu mempercepat penanganan sampah nasional, sembari menunggu proyek waste-to-energy skala besar yang saat ini masih dalam proses berjalan.




