INTERAKSI.CO, Kotabaru – Untuk menjaga kenyamanan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa, Satuan Lalu Lintas Polres Kotabaru turun langsung menyambangi sejumlah bengkel sepeda motor di berbagai titik wilayah Bumi Saijaan.

Kegiatan ini dipimpin Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Kotabaru, Ipda W. Bagus Pratama, dengan fokus memberikan edukasi sekaligus imbauan kepada pemilik bengkel agar tidak melayani pemasangan knalpot brong atau knalpot tidak standar.

Bagus menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian selama Ramadan, menyusul banyaknya keluhan warga terkait kebisingan kendaraan bermotor yang mengganggu waktu istirahat dan ibadah, khususnya pada malam hari.

“Kami mengajak pemilik bengkel ikut berperan menjaga ketertiban. Jangan melayani pemasangan knalpot brong karena selain bising, ini juga sering menjadi awal dari balap liar,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Kotabaru Dorong Reformasi Total BUMD

Menurut Bagus, balap liar kerap dipicu oleh kendaraan yang telah dimodifikasi, terutama pada bagian knalpot. Aktivitas tersebut bukan hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan risiko fatal.

“Balap liar ini salah satu penyumbang kecelakaan. Karena itu pencegahan harus dimulai dari hulunya, salah satunya lewat bengkel,” tegasnya.

Langkah jemput bola yang dilakukan jajaran Sat Lantas ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai pendekatan langsung ke bengkel sebagai cara efektif untuk menekan peredaran knalpot brong di jalanan selama Ramadan.

Randhi (45), warga kawasan pertokoan Kotabaru, mengaku sangat mendukung upaya tersebut. Ia berharap suasana Ramadan bisa benar-benar dimanfaatkan untuk beribadah tanpa gangguan suara bising motor.

“Kami ingin tarawih dan istirahat malam bisa tenang. Kalau dari bengkelnya sudah menolak pasang knalpot brong, otomatis penggunanya juga berkurang,” ujarnya.

Sat Lantas Polres Kotabaru berharap kolaborasi antara kepolisian, pemilik bengkel, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman selama Ramadan. Selain menekan kebisingan, langkah ini juga diharapkan mampu meminimalkan aksi balap liar serta menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Author