INTERAKSI.CO, Pagatan – Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H Hasanuddin, menyelenggarakan reses di Desa Muara Ujung Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, pada Selasa (02/12/2025).
Kegiatan yang difokuskan untuk menampung aspirasi anggaran 2027 itu mendapat sambutan antusias warga yang datang untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
Permasalahan utama yang mengemuka adalah banyaknya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi. Hasanuddin menegaskan bahwa penanganan PJU bergantung pada status jalan.
Untuk jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, dirinya telah langsung berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) serta Dinas Perhubungan setempat untuk mempercepat perbaikan.
Warga mengaitkan kondisi gelapnya jalan dengan meningkatnya kejadian pencurian di kawasan tersebut, sehingga menegaskan bahwa perbaikan PJU adalah langkah mendesak untuk menjamin keamanan lingkungan.
Selain persoalan penerangan, warga juga menyoroti rencana normalisasi sungai yang dinilai perlu kajian lebih matang. Pelebaran sungai hingga 15 meter menimbulkan keberatan dari sebagian masyarakat karena dikhawatirkan mengganggu lahan mereka.
Hasanuddin menyatakan kesiapannya untuk menjembatani dialog lebih lanjut antara pemerintah daerah dan warga terkait proyek ini.
Keluhan lain yang disampaikan berasal dari wilayah Muara Pagatan Tengah, di mana akses jalan menuju RT 2 dan RT 4 masih berupa jalan setapak dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Kondisi ini dinilai sangat menghambat terutama dalam situasi darurat seperti proses melahirkan, sakit berat, atau evakuasi jenazah.
Dampak lainnya adalah ketiadaan layanan PDAM karena kendaraan operasional perusahaan air minum tidak dapat masuk ke lokasi tersebut.
Sementara itu, warga RT 3 mengusulkan pembangunan drainase dan pengerasan jalan untuk mengatasi persoalan banjir dan memperlancar mobilitas sehari-hari.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hasanuddin menyebutkan bahwa persoalan infrastruktur di wilayah Muara Pagatan memang relatif serupa, terutama terkait PJU dan keterbatasan akses jalan.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas jalan tidak hanya menyelesaikan masalah mobilitas, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru, termasuk akses yang lebih baik menuju pelabuhan bagi para nelayan setempat.





