INTERAKSI.CO, Iran – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian ledakan keras mengguncang langit Yerusalem pada Minggu (1/3/2026) malam waktu setempat. Ledakan tersebut terjadi setelah militer Israel mendeteksi peluncuran rudal dari Iran.
Suara dentuman yang terdengar di berbagai wilayah kota memicu sirine peringatan, membuat warga berhamburan mencari perlindungan.
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan intensif.
Militer Israel dalam pernyataan resminya mengonfirmasi telah mengidentifikasi serangan rudal yang diarahkan ke wilayahnya. Sebagai respons cepat, sistem pertahanan udara langsung diaktifkan guna mencegat proyektil yang masuk.
Baca juga: Rusia dan China Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran
Situasi ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas. Iran dilaporkan terus melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone, tidak hanya ke Israel tetapi juga ke sejumlah negara di kawasan Teluk.
Aksi tersebut terjadi setelah serangan yang lebih dulu dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel pada Sabtu (28/2).
Di tengah kondisi yang semakin tegang, otoritas sensor militer Israel memberlakukan pembatasan informasi. Media dilarang mengungkap secara rinci lokasi-lokasi yang terdampak serangan dengan alasan keamanan nasional.
Perkembangan ini menambah kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan, mengingat intensitas serangan yang terus meningkat dalam waktu singkat.





