INTERAKSI.CO, Batulicin – Amukan si jago merah meluluhlantakkan belasan rumah warga di Jalan Transmigrasi Plajau, Gang Andalas, RT 13, Desa Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, Minggu (18/10/2026) sore.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita tersebut dengan cepat membesar dan melahap bangunan di sekitar lokasi.

Besarnya kobaran api membuat warga sekitar panik berhamburan menyelamatkan diri dan harta benda yang tersisa.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Bumbu, Syaikul Ansari mengungkapkan bahwa api merambat sangat cepat akibat struktur perumahan yang saling berdempetan serta material bangunan rumah yang mayoritas terbuat dari kayu.

​”Kondisi bangunan yang berbahan kayu ditambah letak rumah yang berdempetan membuat api sangat cepat menyebar dan sulit dikendalikan dalam waktu singkat,” ujar Syaikul kepada interaksidotco, Senin (19/10/2026).

​Meski petugas pemadam bergerak cepat dan tiba di lokasi setelah laporan diterima, amukan api telanjur menghanguskan banyak bangunan.

Berdasarkan data sementara, tercatat ada 16 rumah yang terdampak. Sebanyak 11 unit rumah ludes terbakar tanpa sisa, sementara 5 rumah lainnya mengalami kerusakan parah di bagian dapur.

​Di tengah kepanikan tersebut, proses pemadaman berlangsung dramatis hingga memakan waktu lebih dari dua jam. Tim gabungan yang terdiri dari 5 unit armada Damkar Tanah Bumbu, dibantu Jhonline Rescue, TNI, DLH, serta sejumlah relawan BPK seperti BPK An-Nur dan BPK Ashabul Kahfi, berjibaku melokalisir api agar tidak meluas ke permukiman padat lainnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, meski musibah tersebut berdampak langsung pada warga bernama Luspitasari dan puluhan jiwa lainnya.

​Pasca-kebakaran, penanganan darurat langsung digeber di lokasi kejadian. Sejumlah posko pengungsian dan dapur umum kini telah didirikan oleh Dinas Sosial (Dinsos), BPBD, serta instansi terkait untuk membantu meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal.

​Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti munculnya api, sementara total kerugian material akibat musibah ini masih dalam proses pendataan.

Author