INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Meski dimulai dengan kondusif, tetapi aksi unjuk rasa yang digelar kawasan Gedung DPRD Kalsel berakhir ricuh, Senin (24//11/2025).
Mulanya, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, bersedia menemui massa yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan. Supian HK menemui massa sejak pukul 15.05 hingga menjelang pukul 16.30 di bahu jalan Gedung DPRD Kalsel.
Namun, suasana yang tadinya kondusif berubah kacau setelah permintaan mahasiswa tak sepenuhnya dikabulkan. Mahasiswa ingin lima poin tuntutan dibahas di dalam gedung wakil rakyat.
“Tidak ada naskah akademik yang dibahas di pinggir jalan”, ucap salah satu massa aksi dengan lantang.
Baca juga: Supian HK Temui Mahasiswa, Sepakat Soal Penolakan UU KUHAP
Awalnya, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mempersilahkan 10 perwakilan massa untuk masuk ke gedung. Tapi tawaran itu segera ditolak oleh mahasiswa. Mereka meminta semua massa bisa masuk.
Geliat massa aksi mulai muncul saat Supian HK dan aparaturnya masuk ke dalam gedung. Saat ingin mengikuti Supian, massa tidak diperbolehkan masuk, kecuali dua perwakilan saja. Akhirnya dua mahasiswa berhasil masuk atas nama Adi Jayadi selaku Presma ULM dan Muhammad Anzari selaku Presma UNISKA.
Setelah pukul 17.00 Wita, Supian HK tidak bisa ditemui karena sudah meninggalkan gedung. Tekanan massa pun meningkat. Situas langsung memanas hingga terjadi bentrokan antara massa aksi dengan aparat.
Aksi dorong-dorongan pun tidak terhindarkan lagi. Setelahnya, ban dibakar dan massa mencoret ruas jalan sebagai simbol kekecewaan.
Ujungnya, pukul 18.15 massa memilih mundur.
“Tidak sesuai dengan kesepakatan di awal. Kami akan gerak lagi,” tekan Adi.





