INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se Kalimantan Selatan (Seka) menggelar demonstrasi di Depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (24/11).

“Katanya, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tapi, di mana keadilannya?” ucap Zidan, salah satu orator.

Dalam aksinya, salah satu orator dalam aksi menyinggung mengenai tuntutan-tuntutan yang seringkali diabaikan oleh DPRD. Oleh karenanya, pada aksi kali ini massa mendesak untuk bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.

Jika biasanya Supian HK jarang menemui massa, kali ini dia datang didampingi oleh aparaturnya. Ia menyimak berbagai tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Sewa Komputer Jaringan di Disdik Banjarmasin Naik ke Tahap Penyidikan

Poin tuntutan yang disampaikan di antaranya:
1. Menolak penetapan UU KUHAP
2. Mendesak pembatalan Meratus sebagai Taman Nasional
3. Mendesak pemberhentian tambang ilegal di Meratus
4. Mendesak dilakukannya audit lingkungan di wilayah Meratus terdampak tambang
5. Meminta solusi dari kelangkaan BBM di Kalsel

Usai mendengar rentetan tuntutan dari massa aksi, Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu menyatakan kesediaannya untuk bertanda tangan di naskah tuntutan.

“Saya di pusat menolak juga UU KUHAP itu. Saya hargai semuanya, pernyataan kalian apapun saya terima, ” tegasnya.

Author