INTERAKSI.CO, Batulicin – Talkshow literasi yang digelar Rumah Pena BerAksi di Mini Stage Tanbu BerAksi Expo 2026, Simpang Empat, Senin (6/4/2026) malam, membludak.

Pihak Rumah Pena BerAksi yang awalnya menargetkan 100 peserta terpaksa menaikkan kuota menjadi 150 orang, sebelum kembali ditambah hingga 180 peserta.

“Yang hadir justru di luar perkiraan. Menurut catatan panitia yang hadir sampai 230-an peserta. Antusiasmenya luar biasa,” kata Sekretaris Rumah Pena BerAksi, Puja Mandela.

Hal itu juga diamini oleh founder Pejuang Literasi Tanah Bumbu, Ilham Bahari. Ia bahkan menyebut kursi yang tersedia malam itu tak cukup menampung peserta. “Banyak yang tidak kebagian kursi, Bang Puja,” ucapnya.

Talkshow yang mengangkat tema “Cerdas Membaca Informasi” berlangsung seru dan penuh dialektika. Moderator Puja Mandela memberi ruang kepada audiens untuk menggugat gagasan dua narasumber, Ilham Bahari dan Zulqarnain.

Ratusan peserta dari komunitas pegiat literasi, pelajar, hingga jajaran Forkopimda memadati area untuk menghadiri Talkshow Literasi bertajuk “Cerdas Membaca Informasi”.

Suasana haru sempat menyelimuti panggung saat moderator Puja Mandela membuka sesi talkshow dengan mengenang sosok Eche Subki, novelis berbakat asal Batulicin.

Ia menceritakan bagaimana bakat Eche ditemukan secara tidak sengaja pada 2012 oleh Tato A. Setyawan, seorang pejabat Pemkab yang juga aktivis sastra.

Kehadiran Vukalus dari Standup Indo Tanah Bumbu menambah kedalaman emosi malam itu. Ia membawakan puisi “Ke mana Anak-anak Itu” karya Emha Ainun Nadjib dengan sangat apik, hingga membuat ratusan audiens terdiam dalam perenungan.

Sekda Tanah Bumbu Buka Talkshow
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati, yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa literasi di era digital bukan lagi sekadar kemampuan mengeja huruf, melainkan kecakapan mengolah informasi secara bijak.

“Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung inisiatif yang meningkatkan kualitas literasi. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas pendidikan, dan masyarakat adalah kunci utama menciptakan ekosistem generasi yang cerdas, kritis, dan inovatif,” ujar Sekda saat membacakan pesan Bang Arul.

Bang Arul juga mengapresiasi Rumah Pena BerAksi yang dianggap sebagai motor penggerak budaya baca dan tulis di Bumi Bersujud, seraya berharap kegiatan ini menjadi gerakan berkelanjutan.
Sesi Diskusi

Memasuki sesi inti, dua narasumber muda, Zulqarnain (Reporter Radar Banjarmasin) dan Ilham Bahari (Pegiat Literasi), membedah tantangan literasi di tengah gempuran arus informasi digital.

Diskusi berubah menjadi dinamis saat audiens dipersilakan untuk menggugat argumen narasumber. Berbagai keresahan pegiat literasi daerah pun tumpah, menjadikan diskusi malam itu hidup dan penuh energi.

Satu poin penting yang disepakati oleh seluruh peserta malam itu adalah literasi harus berdampak. Kegiatan formal tidak akan berarti banyak tanpa tindak lanjut berupa program yang fokus dan nyata di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, Puja Mandela memberikan pernyataan yang cukup tajam mengenai tantangan kebudayaan saat ini. Menurutnya, masalah literasi bukanlah soal ketiadaan anggaran atau minimnya potensi SDM.

“Problem kebudayaan termasuk literasi adalah soal mentalitas manusia yang kerap goyah saat berhadapan dengan anggaran besar,” tegasnya.

Talkshow ini diakhiri dengan harapan kolektif agar semangat yang menyala di panggung Tanbu Expo 2026 dapat bertransformasi menjadi aksi nyata di sekolah-sekolah, desa-desa, dan ruang digital masyarakat Tanah Bumbu.

Editor: Zulfikar

Author