INTERAKSI.CO, Batulicin – Puluhan warga Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, mengikuti Mallibu Kampong. Ini merupakan tradisi lama masyarakat Pagatan yang lama tak dijamah oleh pemerintah daerah.
Mallibo Kampong yang bermakna keliling kampung dimulai dari tugu perjuangan 7 Februari pada Minggu (12/4/2026) sore.
Tradisi ini menampilkan warga yang berparade menggunakan pakaian adat serta busana khas organisasi masing-masing. Filosofinya masih tentang rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Mappandre RI Tasi’e sekaligus peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu ke-23.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Bumbu, Yulian Herawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghidupkan kembali tradisi-tradisi lokal yang sempat meredup.
“Acara Malibbu Kampong ini adalah salah satu budaya masyarakat nelayan Pagatan yang seharusnya ada setiap tahun dalam rangkaian Mappandre RI Tasi’e. Selama ini mungkin kurang disorot, maka tahun ini sesuai janji pemerintah daerah, kita hidupkan kembali budaya yang sempat tenggelam,” ujar Yulian saat ditemui di lokasi kegiatan,” ucapnya.
Baca juga: Bang Arul dan Kaka Slank Tanam Mangrove di Pagatan, Kolaborasi Hijaukan Pesisir
Pelestarian budaya, kata Yulian, bukan sekadar seremonial, melainkan aset strategis untuk sektor pariwisata.
Menurutnya, kekayaan budaya daerah adalah potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah.
Senada dengan Sekda, Ketua Lembaga Adat Ade Ogi Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan menekankan pentingnya sinergi antara adat dan pemerintah dalam pelestarian budaya.
”Dengan dihidupkannya kembali tradisi ini secara meriah, kami berharap nilai-nilai luhur nelayan Pagatan tetap terjaga dan dikenal luas, tidak hanya oleh warga lokal tetapi juga wisatawan,” kata Fawahisah.
Selain Malibbu Kampong, Dewan Adat Ade Ogi Tanah Bumbu juga telah menjadwalkan berbagai kegiatan budaya lainnya, termasuk prosesi Melarung dan demo pembuatan makanan tradisional Kanre Jawa Pute.
”Nanti pada puncak acara tanggal 26 April, akan ada arak-arakan makanan tradisional seperti Kanre Jawa Pute, Buras, dan Tumbuk dari Tugu hingga panggung utama. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir memeriahkan,” pungkas Fawahisah.
Mappanre Ri Tasi’e sendiri dijadwalkan dibuka secara resmi pada malam ini yang akan menghadirkan band legendaris Tanah air, Slank dan penyanyi Siti Badriah.
Editor: Puja Mandela





