INTERAKSI.CO, Aceh – Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dikerahkan untuk membangun jembatan gantung Burni Bius di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.
Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk memulihkan akses darat warga yang sebelumnya terputus akibat bencana.
“Personel TNI AD dikerahkan untuk mengawal dan membantu pembangunan jembatan. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 39 persen,” ujar Donny.
Baca juga: Pemerintah Pasang Puluhan Instalasi Air Bersih di Aceh Tamiang
Pembangunan jembatan gantung ini melibatkan personel gabungan dari TNI AD serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Adapun kekuatan personel yang terlibat terdiri dari empat prajurit Koramil 08/Silih Nara yang dipimpin oleh Sertu Junaidi, 25 personel Yon TP 854 di bawah komando Serda Dian Nanda, serta sekitar 20 warga desa yang turut bergotong royong dalam pengerjaan proyek tersebut.
Menurut Donny, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk membantu aspek keamanan, tetapi juga mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dasar.
“Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama bagi warga untuk beraktivitas, baik dalam kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan,” jelasnya.
Ia menegaskan, TNI AD akan memaksimalkan pengerjaan pembangunan jembatan agar dapat segera selesai dan dimanfaatkan masyarakat.
Akses yang kembali terbuka diharapkan dapat mempercepat roda perekonomian warga serta memperlancar mobilitas antarwilayah yang sebelumnya terhambat.
Pembangunan jembatan gantung Burni Bius juga menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program pemulihan pascabencana dan memperkuat konektivitas daerah terpencil. Dengan infrastruktur yang kembali berfungsi, proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak di Aceh Tengah diharapkan dapat berjalan lebih optimal.





