INTERAKSI.CO, Jakarta – Dedikasi personel TNI kembali terlihat nyata dalam proses pemulihan wilayah Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor.

Di tengah lumpur, puing bangunan, dan keterbatasan sarana, para prajurit terus bergerak tanpa henti membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Tim Media Presiden melaporkan bahwa dengan semangat gotong royong, personel TNI turun langsung ke permukiman warga untuk membersihkan lumpur, memperbaiki rumah yang rusak, serta menyiapkan proses pembangunan ulang.

Kehadiran TNI tidak hanya membawa tenaga, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Update Huntara Aceh 2026: Baru 3.248 Unit Rampung dari 16.294

Di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, personel TNI membantu membersihkan rumah milik Fatimah. Hingga Minggu, progres pembersihan telah mencapai 47 persen.

Sebagian ruangan masih tertimbun lumpur basah yang cukup tebal, namun para prajurit terus bekerja dengan sekop dan cangkul, mengangkat lumpur sedikit demi sedikit.

Keringat bercucuran, namun semangat tidak surut. Setiap sekop lumpur yang terangkat menjadi langkah kecil menuju pemulihan kehidupan warga.

Sementara itu, di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, TNI terlibat dalam pemulihan rumah warga yang roboh akibat banjir bandang. Rumah kayu yang hancur menyisakan puing-puing berserakan. Puluhan personel tampak memisahkan material kayu yang masih bisa digunakan sebagai persiapan pembangunan ulang.

Di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pembersihan rumah milik Afasah juga terus dilakukan. Lumpur masih menutupi sebagian besar ruangan. Dengan peralatan sederhana, personel TNI bekerja tanpa mengenal lelah, memindahkan lumpur ke lokasi pembuangan.

Suasana kerja pun terasa hangat. Di sela aktivitas, prajurit berbincang ringan dengan warga, bahkan diiringi alunan musik sederhana yang menemani proses pembersihan. Interaksi ini menjadi penguat psikologis bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah Nek Nuriyah dan Cut Putri juga menjadi sasaran pembersihan. Lantai rumah yang semula tertutup lumpur perlahan mulai terlihat kembali. Setiap kemajuan kecil membawa harapan baru bagi pemilik rumah untuk kembali menjalani kehidupan normal.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa negara hadir saat rakyat membutuhkan. Lebih dari sekadar pemulihan fisik, langkah ini mempercepat pemulihan sosial dan psikologis masyarakat Aceh pascabencana.

Author