INTERAKSI.CO, Kotabaru – Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Kotabaru kembali menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I Tahun 2026, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan berlangsung di Oprom Pemda Kotabaru dan diikuti oleh 57 karateka dari berbagai jenjang sabuk.

UKT merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali sebagai bagian dari evaluasi pembinaan atlet.

Selain mengukur peningkatan teknik dan fisik, UKT juga menjadi tolok ukur kedisiplinan serta kesiapan mental para karateka setelah menjalani latihan berkelanjutan.

Ketua Umum Pengurus Provinsi INKAI Kalimantan Selatan, Pawahisa Mahabatan, menegaskan bahwa UKT memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pembinaan atlet.

“INKAI tidak hanya mengejar kuantitas atlet, tetapi kualitas. Banyak atlet tanpa kualitas tidak akan menghasilkan prestasi. UKT menjadi sarana evaluasi hasil latihan selama enam bulan dan dasar pembinaan ke depan,” ujarnya.

Baca juga: PPI Kotabaru Gelar Latihan Bersama Paskibraka, Siapkan Bibit Unggul Sejak Dini

Ia menambahkan, pembinaan karate harus dilakukan secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan agar atlet mampu bersaing di level yang lebih tinggi, baik tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

“Prestasi lahir dari proses panjang, disiplin, serta kerja kolektif. Bukan kerja individu semata, tetapi kerja bersama seluruh unsur pembinaan,” tegasnya.

Dukungan terhadap pengembangan olahraga karate juga datang dari Kodim 1004/Kotabaru yang menyatakan kesiapan mendukung kegiatan pembinaan atlet, termasuk penyediaan fasilitas latihan bagi perguruan karate di daerah.

Sementara itu, Polres Kotabaru turut mengapresiasi pelaksanaan UKT yang dinilai mampu membentuk karakter generasi muda. Melalui karate, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan bela diri, tetapi juga nilai kedisiplinan, mental tangguh, dan sikap sportif.

Ketua Forki Kabupaten Kotabaru, Asikin Ngile, berharap INKAI dapat terus menjadi motor penggerak prestasi karate daerah. Ia menekankan bahwa pencapaian seorang karateka tidak hanya diukur dari warna sabuk, melainkan dari sikap dan penerapan nilai karate dalam kehidupan sehari-hari.

“Sabuk bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah kualitas, karakter, dan pengamalan sumpah karate dalam kehidupan,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan UKT ini, INKAI Kotabaru diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus mengembalikan kejayaan karate daerah sebagai salah satu kekuatan olahraga di Kalimantan Selatan.

Author