INTERAKSI.CO, Makassar – Kota Makassar mencatat sejarah kelam pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (29–30 Agustus 2025).

Dua gedung perwakilan rakyat, yakni DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumiharjo dan DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani, habis dilalap api setelah dibakar massa aksi.

Amarah warga yang tak terbendung menjadikan dua simbol demokrasi ini rata dengan tanah. Ribuan orang menyaksikan kobaran api menjilat fasad gedung peninggalan era Orde Baru, sementara armada pemadam kebakaran tak mampu melawan derasnya amarah massa.

Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Insiden Rantis Brimob yang Tewaskan Pengemudi Ojol

Kedua gedung yang hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer itu runtuh satu per satu, disaksikan aparat TNI–Polri yang turut berjaga namun tak kuasa membendung kerusuhan.

Kebakaran tragis ini terjadi ketika DPRD Kota Makassar tengah menyiapkan rapat paripurna Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bersama wali kota, wakil wali kota, sekda, dan puluhan pimpinan SKPD. Namun rencana rapat berubah menjadi duka mendalam.

makassar
Dua Gedung DPRD Ludes Dibakar Massa, Tiga Orang Tewas. Foto: Istimewa

Sedikitnya tiga korban jiwa dilaporkan. Abay, staf Humas DPRD, dan Sarina, staf Fraksi PDIP, meninggal terjebak di dalam gedung dan ditemukan setelah api berhasil dipadamkan.

Sementara Saiful, pejabat Kecamatan Ujung Tanah, mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai empat gedung DPRD Kota. Meski sempat dievakuasi ke RS Grestelina Makassar, nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa ini menambah catatan kelam perjalanan demokrasi di Sulawesi Selatan. Tidak hanya di Makassar, aksi serupa juga meletus di sejumlah daerah lain, termasuk Bandung, Jawa Barat, dan Solo, Jawa Tengah, dengan laporan kericuhan yang meluas.

Author