INTERAKSI.CO, Banda Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh belum sepenuhnya rampung.
Hingga akhir Januari 2026, baru 3.248 unit huntara yang selesai dibangun dari total kebutuhan 16.294 unit.
Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, meluruskan informasi yang sebelumnya beredar bahwa pembangunan huntara telah mencapai 100 persen.
“Yang dimaksud 100 persen itu hanya untuk 3.248 unit yang sudah selesai, bukan keseluruhan. Saat ini kami masih bekerja keras agar seluruh huntara bisa rampung sebelum awal Ramadan,” ujar Safrizal, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat 13.046 unit huntara yang dalam proses pembangunan di berbagai kabupaten terdampak bencana di Aceh.
Baca juga: Iman Rachman Mundur dari Jabatan Dirut BEI, Ambil Tanggung Jawab atas Gejolak Pasar
Aceh Tamiang Terbanyak Rampung
Berdasarkan data Satgas, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan penyelesaian huntara terbanyak.
Dari total kebutuhan sekitar 2.600 unit, sekitar 1.000 unit telah selesai, sementara lebih dari 1.600 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Sementara itu:
-
Aceh Utara: 829 unit selesai, 3.400 unit masih dibangun
-
Pidie Jaya: 222 unit selesai, 551 unit dalam proses
-
Aceh Tengah: 275 unit selesai, 506 unit berjalan
-
Bener Meriah: 200 unit selesai, 700 unit masih dibangun
-
Nagan Raya: 55 unit selesai dari kebutuhan 654 unit
-
Pidie: 12 unit telah selesai seluruhnya
-
Lhokseumawe: 40 dari 67 unit selesai
-
Aceh Timur: 400 dari 3.413 unit rampung
-
Gayo Lues: 200 dari 2.659 unit selesai
-
Langsa: 15 dari 65 unit selesai
-
Aceh Barat: masih tahap penyiapan lokasi
Dana Tunggu Hunian Masih Berproses
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak. Dari total 8.047 kepala keluarga, baru sekitar 4.000 KK yang telah menerima bantuan.
“Sisanya masih dalam proses, terutama terkait pembukaan rekening dan verifikasi data penerima,” jelas Safrizal.
Satgas menargetkan percepatan pembangunan dan penyaluran bantuan dapat terus dikebut agar masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak, sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.





