INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR meninjau langsung kegiatan pengerukan atau normalisasi Sungai Gatot Subroto di kawasan Perumahan Perwira Menengah TNI AD, Rabu malam 14 Januari 2026.
Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengurangi genangan air, khususnya saat cuaca ekstrem.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah serta Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Syafiq Huwaida.
Wali Kota Yamin menyampaikan bahwa pengerukan Sungai Gatot Subroto menjadi langkah konkret untuk memperlancar aliran air yang selama ini kerap menimbulkan genangan di kawasan permukiman sekitar.
“Malam ini kita melaksanakan pengerukan Sungai Gatot Subroto di kawasan Perumahan Perwira Menengah TNI AD. Lokasi ini sebelumnya sempat mengalami genangan saat cuaca ekstrem, sehingga perlu segera kita tangani,” ujarnya.
Baca juga: Korem 101 Dukung Penuh Revitalisasi Jalan Veteran di Banjarmasin
Ia menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan sepanjang kurang lebih 400 meter, yang terbagi masing masing sekitar 200 meter di sisi kiri dan kanan sungai. Pengerjaan diperkirakan berlangsung selama dua pekan.
“Pekerjaan dilakukan secara bertahap, satu minggu di sisi kiri dan satu minggu di sisi kanan. Dengan begitu, pengerjaan dapat selesai dalam waktu sekitar setengah bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengungkapkan bahwa Sungai Gatot Subroto menjadi prioritas karena memiliki lebar sungai yang cukup sehingga memungkinkan penggunaan alat berat berkapasitas besar.
“Kondisi sungai cukup lebar, sehingga kami bisa menggunakan excavator tipe BC 200 yang memiliki jangkauan lebih besar dibanding alat ringan,” ungkapnya.
Namun demikian, Suri mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, khususnya pada anak anak sungai yang sempit dan sulit dijangkau alat berat.
“Ke depan, akan kami upayakan solusi berupa pembuatan penampungan air di lokasi yang lebih luas, agar aliran dari anak sungai tetap bisa masuk ke Sungai Gatot,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Syafiq Huwaida. Ia menyebut pengerukan ini diharapkan dapat mempercepat aliran air dan mengurangi genangan di kawasan permukiman.
“Dengan normalisasi ini, air di lingkungan warga diharapkan lebih cepat mengalir ke Sungai Gatot. Ini merupakan bagian dari program pengendalian banjir yang terus kami lakukan,” katanya.
Syafiq juga menjelaskan bahwa saat ini Dinas PUPR mengoperasikan tiga unit alat berat yang digunakan secara bergiliran di berbagai titik prioritas di Kota Banjarmasin.
“Sebelumnya alat berat bekerja di Sungai HKSN depan Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara dan Sungai Melai di Jalan Pondok Kelapa. Saat ini kami juga sudah bergerak ke kawasan Belitung. Pola pengerjaan dilakukan bergantian sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin kembali mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, agar tidak menambah bangunan yang dapat mempersempit alur sungai.
“Kami mengharapkan kerja sama masyarakat untuk tidak menambah bangunan di bantaran sungai, terutama di sungai kecil, karena hal itu sangat menyulitkan proses normalisasi dan memperparah penyempitan sungai,” tegas Yamin.
Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan normalisasi sungai secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.





