INTERAKSI.CO, Banjarmasin – DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan terus memperkuat konsolidasi dunia usaha dengan mengajak para pengusaha di Banua berhimpun dalam satu wadah organisasi.
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan ke PT Wijaya Triutama Plywood Industri, perusahaan pengolahan kayu lapis yang pernah menjadi bagian dari geliat industri kayu di kawasan Sungai Barito, Selasa (11/8/2026).
Rombongan DPP Apindo Kalsel diterima langsung General Manager PT Wijaya Triutama Plywood Industri, Djoko Wahyudi.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPP Apindo Kalsel Winardi Sethiono memperkenalkan peran Apindo sebagai wadah bersama bagi pelaku usaha, mulai dari sektor UMKM hingga industri skala besar.
Winardi mengatakan, keberadaan Apindo diharapkan dapat memperkuat posisi pengusaha, terutama dalam menyampaikan aspirasi dan menghadapi berbagai persoalan dunia usaha.
“Kami berharap semua pengusaha di Kalimantan Selatan berhimpun dalam asosiasi pengusaha bernama Apindo. Organisasi ini menjadi wadah yang mewakili pengusaha dalam berbagai forum, termasuk tripartit dan dewan pengupahan,” ujar Winardi.
Menurutnya, salah satu peran utama Apindo adalah memberikan advokasi serta membantu memperjuangkan kepentingan pelaku usaha agar dapat terus berkembang dan bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Ia menilai peran pengusaha sangat penting bagi perekonomian karena dunia usaha menjadi salah satu sektor utama dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
“Mulai dari UMKM sampai perusahaan besar, semuanya memiliki peran dalam membuka lapangan kerja. Semakin banyak usaha berkembang, maka semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Winardi didampingi Sekretaris DPP Apindo Kalsel Abdul Haris Makkie serta Wakil Ketua Bidang Organisasi Noorhalis Majid.
Industri Plywood Hadapi Tantangan Bahan Baku
Sementara itu, General Manager PT Wijaya Triutama Plywood Industri Djoko Wahyudi memaparkan sejumlah persoalan yang dihadapi industri kayu lapis.
Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan bahan baku yang semakin dirasakan oleh perusahaan. Selain itu, industri plywood juga menghadapi persaingan pasar serta berbagai persoalan regulasi, perizinan, perpajakan hingga dinamika ekonomi dan politik global.
Djoko mengatakan, keberlanjutan industri pengolahan kayu membutuhkan solusi jangka panjang, khususnya terkait ketersediaan bahan baku.
Salah satu gagasan yang muncul dalam diskusi tersebut adalah pengembangan hutan berbasis masyarakat atau hutan desa dengan menanam jenis kayu yang dibutuhkan oleh industri.
Skema tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat desa sekaligus menjaga pasokan bahan baku bagi industri dalam jangka panjang.
“Kalau ada hutan desa yang difungsikan untuk menanam kayu-kayu yang dibutuhkan oleh industri plywood, maka hasil dari hutan desa tersebut kami siap menampungnya,” ujar Djoko.
Menurutnya, kerja sama antara industri dan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga keberlanjutan sektor pengolahan kayu, terutama bagi perusahaan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber bahan baku.
Apindo Dorong Pengusaha Bersatu
Sekretaris DPP Apindo Kalsel Abdul Haris Makkie berharap PT Wijaya Triutama Plywood Industri dapat ikut memperkuat jaringan pengusaha melalui Apindo.
Ia juga mengajak pelaku usaha lain di sektor industri plywood untuk bergabung sehingga organisasi tersebut dapat semakin kuat dalam menyuarakan berbagai persoalan dunia usaha.
“Sekretariat DPP Apindo terbuka pada hari kerja dan siap menerima berbagai keluhan maupun persoalan yang dihadapi pengusaha. Melalui jaringan yang kami miliki, kami berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan kepada seluruh anggota,” katanya.
Winardi menambahkan, DPP Apindo Kalsel akan terus melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan yang dinilai memiliki peran strategis dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, penguatan kolaborasi antarpengusaha menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
“Setelah ini kami juga akan mengunjungi sejumlah perusahaan strategis, termasuk perusahaan-perusahaan di kabupaten. Kalau seluruh pengusaha bisa bersatu dalam satu organisasi, kami optimistis dunia usaha dan perekonomian Kalimantan Selatan bisa semakin maju,” pungkas Winardi.





