INTERAKSI.CO, Batulicin – Bencana banjir di Tanah Bumbu berdampak luas. Selain merendam rumah dan kantor, air juga menerjang lahan pertanian.

Berdasarkan data dari BPBD Tanah Bumbu, tidak kurang dari 1.930,25 hektare sawah terdampak banjir. Itu terdiri dari lahan persemaian, vegetatif dan generatif.

Di Kusan Tengah, banjir menenggelamkan 46,5 hektare lahan persemaian dan 54 hektare lahan vegetatif. Kemudian di Kusan Tengah II ada 15,5 hektare lahan persemaian, 7 hektare lahan vegetatif, dan satu hektare lahan generatif.

Di Kusan Hilir, ada 39 hektare yang terendam. Lalu, di Angsana sebanyak 8,25 hektare, Teluk Kepayang 208 hektare, Sungai Loban 5 hektare, Kusan Tengah 23,5 hektare, dan Satui 298 hektare.

Kusan Hulu menjadi wilayah terdampak paling besar. Setidaknya 700 hektare lahan persemaian, 234,5 lahan vegetatif, dan 310,5 lahan generatif yang digulung banjir.

Data ini masih berpotensi terus bertambah, karena petugas dari Dinas Pertanian masih melakukan pendataan sampai hari ini, Minggu (9/6/2024).

Balai Penyuluh Pertanian, pada 8 Juni 2024 kemarin, menyebut tak hanya merendam lahan pertanian, banjir juga merendam tiga pabrik beras di Desa Salimuran, Kusan Hulu.

Kondisi Terkini

Budi, warga Desa Wonorejo, mengatakan sejumlah wilayah di kawasan Kusan Hulu seperti Pacakan, Binawara, Anjir Baru, Manuntung, Sungai Rukam, dan Lasung masih terendam air dengan ketinggian bervariasi.

“Paling tinggi setengah rumah,” katanya.

Sementara relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Satui, Indera Gunawan, menyebut hari ini ketinggian air di Satui sudah mengalami penurunan. “Sudah (turun) satu meter lebih,” ucapnya kepada interaksi.co, Minggu 9 Juni 2024.

 

 

Author