INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Isu dugaan penggelapan dana di Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mencuat setelah bendahara berinisial IS dilaporkan menghilang sejak 3 November 2025. Ia diduga membawa kabur uang dinas sebesar Rp 2,6 miliar.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyatakan kegeramannya atas dugaan penyalahgunaan tersebut dan meminta Inspektorat bersama instansi terkait segera menyelidiki kasus tersebut. Ia menegaskan pelayanan publik di Dinkes tetap berjalan seperti biasa.
“Untuk pelaksanaan kegiatan di Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, kita memastikan semuanya tetap berjalan lancar meski ada isu dugaan penyalahgunaan,” ujarnya.
Baca juga: Naik Peringkat, Ketua DPRD Banjarbaru Apresiasi Lonjakan Perolehan Medali di Porprov 2025
Kasus ini juga mulai ditangani Unit Reskrim Polres Banjarbaru. Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah awal penyelidikan, termasuk memanggil Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru.
“Unit Reskrim sudah melakukan monitoring dan penyelidikan. Pemanggilan kepada Kepala Dinas juga sudah dilakukan,” kata Kardi, Selasa (18/11/2025).
Penyidik kini menunggu hasil audit Inspektorat Banjarbaru untuk memastikan nilai kerugian yang sebenarnya.
“Masih menunggu hasil audit untuk memastikan apakah nilai kerugian benar Rp 2,6 miliar atau ada perkembangan lain,” ujarnya.
Hingga kini IS belum ditemukan, dan aparat masih terus menelusuri keberadaannya.





