INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan muara sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan bahwa kondisi cuaca saat ini berpotensi disertai angin kencang, gelombang tinggi, serta pasang surut air laut yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat, terutama nelayan dan warga yang bermukim di wilayah pesisir.
Menurutnya, potensi gelombang tinggi menjadi ancaman serius bagi aktivitas pelayaran tradisional. Ia mengingatkan para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut apabila tinggi gelombang melebihi batas aman.
“Nelayan tradisional sangat kami imbau untuk tidak melaut apabila tinggi gelombang sudah mencapai lebih dari 2,5 meter. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pastikan juga alat keselamatan seperti pelampung selalu tersedia di atas kapal,” ujar Ronny.
Baca juga: Respons Cepat Wali Kota Banjarbaru Selamatkan Ibu Anjani dari Tumor Payudara Pecah
Selain ancaman gelombang, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pasang air laut, terutama di wilayah muara sungai dan daerah pesisir yang rawan terendam.
Ronny meminta warga melakukan langkah antisipatif sejak dini, seperti mengamankan barang-barang berharga dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi potensi bencana. Salah satunya dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, pakaian, serta kebutuhan darurat lainnya yang disimpan dalam wadah kedap air.
“Kesiapsiagaan keluarga sangat penting. Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat sudah siap dan tidak panik. Dokumen penting harus diamankan, begitu juga kebutuhan dasar,” jelasnya.
Tak hanya itu, BPBD Kalsel juga mengingatkan warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun tiang listrik saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Risiko tertimpa material atau tersambar petir menjadi ancaman yang tidak boleh dianggap sepele.
Ronny turut mengimbau masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, baik melalui aplikasi maupun media sosial resmi BMKG. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Wilayah pesisir sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, memperkuat atap rumah, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, dan segera melapor kepada petugas jika terjadi kondisi darurat,” tutupnya.
BPBD Kalimantan Selatan memastikan terus memantau perkembangan cuaca dan siap melakukan langkah penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat demi keselamatan masyarakat.





