INTERAKSI.CO, Jakarta – Perum Bulog menyiapkan skema kerja sama dengan Karang Taruna untuk memperkuat Tim Jemput Gabah dalam penyerapan gabah petani di berbagai daerah.
Langkah ini dilakukan guna menjaga dan memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjelang musim panen.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pelibatan Karang Taruna akan memperluas tim lapangan yang selama ini sudah melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Kehadiran pemuda desa diharapkan mempercepat pengawalan panen agar penyerapan gabah berjalan lebih optimal.
“Tim Penjemput Gabah sudah kami siapkan, terdiri dari PPL, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Ke depan, kami akan melibatkan Karang Taruna di desa-desa agar pengawalan panen bisa lebih cepat,” kata Rizal dalam jumpa pers Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Prabowo Apresiasi Gerak Cepat Danantara Bangun 600 Hunian Pengungsi dalam 8 Hari
Menurut Rizal, pelibatan Karang Taruna tidak hanya mendukung kinerja penyerapan gabah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan musiman bagi pemuda desa.
Dengan adanya aktivitas ekonomi saat musim panen, diharapkan dapat menambah penghasilan masyarakat desa sekaligus menekan laju urbanisasi ke kota.
“Anak-anak muda di desa akan kami berdayakan supaya mereka punya pekerjaan saat musim panen dan mendapatkan penghasilan di desa,” ujarnya.
Rizal menilai, pemuda desa memiliki keunggulan karena lebih mengenal kondisi petani setempat. Hal ini akan mempermudah koordinasi di lapangan, meningkatkan kepercayaan petani, serta memastikan gabah yang diserap memenuhi standar kualitas, terutama terkait usia panen.
Sinergi antara PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna juga diarahkan untuk mencegah praktik panen dini yang dapat menurunkan mutu beras nasional. Dengan panen sesuai usia ideal, gabah yang diserap diharapkan memiliki daya simpan yang lebih baik sebagai stok CBP.
“Dengan pengawalan kualitas panen, beras yang diserap akan lebih tahan disimpan dan stok cadangan pemerintah tetap terjaga,” ujar Rizal.
Meski demikian, Bulog masih akan mematangkan teknis kerja sama dengan Karang Taruna bersama para pemangku kepentingan terkait.
Skema ini diharapkan mampu memperkuat penyerapan gabah berkualitas, melindungi petani dari praktik tengkulak, serta menjaga stabilitas pasokan beras nasional secara berkelanjutan.
Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR Saadiah Uluputty mendorong Bulog untuk menggandeng organisasi kepemudaan, termasuk Karang Taruna, dalam penyerapan gabah petani.
Menurutnya, keterlibatan pemuda akan memberi manfaat ganda karena mereka lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi ketahanan pangan bagi generasi muda.





