INTERAKSI.CO, Batulicin – PT Air Minum Bersujud memberikan penjelasan terkait penyebab layanan air bersih di Kabupaten Tanah Bumbu yang tidak bisa langsung normal begitu pasokan listrik kembali menyala.

Pasalnya, seluruh rangkaian proses produksi hingga distribusi air bersih sangat bergantung penuh pada ketersediaan tenaga listrik.

Penjelasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Air Minum Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo, dalam rapat bersama DPRD Tanah Bumbu yang turut dihadiri pihak PLN Batulicin dan pelaku UMKM, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Gatriwara Tanah Bumbu Edukasi Pelajar SMPN 5 Simpang Empat Bijak Bermedia Sosial

Dwi memaparkan, siklus penyediaan air bersih bermula dari pengambilan air baku di Sungai Karang Bintang menggunakan pompa untuk dibawa ke Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Sebagian air yang selesai diolah langsung disalurkan ke pelanggan, sementara sebagian lainnya dialirkan lewat pipa transmisi menuju Booster Pal 4 Kompi dan Booster Batulicin guna mendongkrak tekanan ke wilayah tinggi atau lokasi yang jauh.

“Setiap tahapan tersebut menggunakan pompa listrik. Apabila listrik padam, seluruh pompa berhenti bekerja sehingga air tidak dapat diproduksi maupun didistribusikan,” ujar Dwi.

Dengan cakupan jaringan perpipaan yang membentang sepanjang kurang lebih 434 kilometer, ia menegaskan bahwa pemulihan layanan tidak bisa instan. Seluruh jaringan pipa harus diisi ulang secara bertahap sampai tekanan air kembali stabil ke masing-masing rumah pelanggan.

“Pelayanan air berbeda dengan pelayanan listrik. Ketika listrik kembali menyala, air tidak bisa langsung mengalir karena sistem harus dinormalisasi terlebih dahulu,” tambahnya.

Selain masalah pemadaman listrik, tantangan operasional turut diperparah saat musim hujan akibat tingginya tingkat kekeruhan air baku di Sungai Karang Bintang.

Kondisi ini membuat proses pengolahan lebih berat, menaikkan kebutuhan bahan kimia, hingga memaksa penurunan kapasitas produksi demi menjaga standar mutu air.

Apabila kekeruhan ekstrem tersebut terjadi berbarengan dengan pemadaman listrik, durasi pemulihan layanan otomatis membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Untuk mengantisipasi hal serupa, PT Air Minum Bersujud berkomitmen terus melakukan pembenahan, mulai dari menyiapkan genset cadangan, merehabilitasi pipa, hingga mengoptimalkan kapasitas instalasi pengolahan.

Author