INTERAKSI.CO, Banjarbaru — Kekeringan dirasakan sejumlah masyarakat di sejumlah wilayah Kota Banjarbaru. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.
Sebanyak lima tangki air bersih didistribusikan kepada masyarakat di kawasan Jalan Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (29/9/2026).
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan setelah Pemko Banjarbaru menerima aduan dari masyarakat terkait kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, turut turun langsung meninjau proses pendistribusian bantuan kepada warga.
Lisa mengatakan, dampak kekeringan di kawasan tersebut belum dirasakan secara merata. Sebagian sumur warga masih dapat digunakan, namun sebagian lainnya mulai mengalami kekeringan sehingga membutuhkan pasokan air bersih.
“Kawasan di Jalan Kurnia ini memang ada sebagian sumur warga yang terdampak kekeringan. Namun, alhamdulillah sebagian sumur warga masih dapat digunakan. Hari ini kita ada lima tangki pendistribusian air bersih untuk masyarakat,” ujar Lisa.
Distribusi di Kelurahan Guntung Manggis menjadi titik ke-54 penyaluran air bersih yang dilakukan Pemko Banjarbaru. Sebelumnya, bantuan serupa telah disalurkan di 53 titik lainnya berdasarkan kebutuhan serta laporan dari masyarakat.
“Ini sudah titik ke-54 untuk titik pendistribusian, sebelumnya 53 titik dan ini bertambah lagi berdasarkan aduan dari masyarakat. Kita langsung memberikan dan mendistribusikan air bersih ini kepada masyarakat,” katanya.
Dalam penanganan dampak kekeringan, Pemko Banjarbaru juga menggandeng unsur TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, TNI AU juga turut membantu mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
“Alhamdulillah kami juga berkolaborasi dan bersinergi dengan TNI-Polri. Kemarin TNI AU juga memberikan distribusi air bersih untuk masyarakat. Tentunya kita harus bergotong royong untuk menghadapi kekeringan di masyarakat ini juga,” tutur Lisa.
Tak hanya memastikan ketersediaan air bersih, Pemko Banjarbaru juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga terdampak. Wali Kota bersama tim medis mengunjungi sejumlah masyarakat, termasuk warga yang mendapatkan layanan homecare.
Dari pemantauan sementara, belum ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan berupa diare yang berkaitan dengan kondisi kekeringan.
“Kami memastikan penanganan dampak kekeringan akan terus dilakukan dengan merespons setiap kebutuhan dan aduan masyarakat. Distribusi air bersih serta pemantauan kesehatan menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam membantu warga menghadapi kondisi kekeringan,”tukasnya.





