Banjarbaru menjadi satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih predikat Swasti Saba Wiwerda.
INTERAKSI.CO, BANJARBARU – Kota Banjarbaru saja meraih prestasi yang tak hanya prestisius, tetapi juga langka untuk Banua.
Di bawah kepemimpinan Hj. Erna Lisa Halaby, Kota Banjarbaru meraih penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025 yang digelar Kementerian Kesehatan RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Asisten Administrasi Umum, Kanafi, yang hadir mewakili Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bapperida di Auditorium Kemenkes, Jakarta, Jumat (28/11) kemarin.
Banjarbaru menjadi satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih predikat Swasti Saba Wiwerda. Banjarbaru tercatat sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan Selatan yang berhasil menyabet kategori tersebut pada tahun ini.
Wali Kota Lisa Halaby mengatakan penghargaan ini sebagai pemacu untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mempercepat program sanitasi dalam rangka pembangunan Banjarbaru Emas.
“Predikat Wiwerda memberikan dorongan baru bagi kami untuk mengejar Wistara. Kami siap memperkuat kolaborasi dan partisipasi publik demi mewujudkan Banjarbaru yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ucapnya, Sabtu (29/11/2025).
Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI menegaskan bahwa penghargaan KKS merupakan refleksi dari keseriusan daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Ini kesempatan bagi seluruh kepala daerah untuk memastikan warganya sehat mulai dari aktivitas, makanan, hingga gaya hidup,” tuturnya.
Kategori Kota Sehat Wiwerda diberikan kepada daerah yang dinilai mampu membangun tatanan lingkungan sehat secara berkesinambungan.
“Tahun ini, hanya 41 dari 196 daerah yang mengikuti penilaian berhasil meraih predikat tersebut,” katanya.
Adapun proses penilaian dilakukan secara berjenjang, mulai dari verifikasi provinsi hingga pusat.
Editor: Puja Mandela





