INTERAKSI.CO, Batulicin – Pukul delapan malam lewat enam menit, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif turun dari Innova Zenix putih dengan logo garuda merah dan tulisan “81 Merdeka” yang mencolok.

Di Bandara Bersujud, Sabtu, 8 Agustus 2026, 200-an orang sudah menunggu kedatangan Bupati untuk melaunching “Suara dari Tenggara”, buku dari 47 penulis dari berbagai latar belakang, dari pelajar, guru, dosen, wartawan, tenaga kesehatan, musisi, ibu rumah tangga, hingga pedagang.

Sejumlah pejabat turut hadir. Di antaranya, anggota DPRD Tanah Bumbu, Makhruri, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Eryanto Rais, Kepala Diskominfo, Al Husain Mardani, Kepala Dispersip, Yulia Rahmadani, dan Ketua Yayasan Rumah Pena BerAksi, Andrianto Mokodompit.

Kemudian, menyusul Staf Khusus Kepala BPOM RI, Hj. Andi Nor Andi Arinawati Arsyad yang ikut hadir mendukung peluncuran “Suara dari Tenggara”. Sayangnya, tak ada satupun pejabat maupun staf utusan Dinas Pendidikan yang duduk di antara tamu undangan malam itu.

Setelah menyampaikan sambutan, Bupati Andi Rudi Latif menerima buku dari Ketua Yayasan Rumah Pena BerAksi, Andrianto Mokodompit yang diikuti penyerahan penghargaan dari Bupati ke perwakilan penulis: Zulqarnain dan Andi Utari Putri.

“Mari bersama-sama menciptakan ruang yang mendukung tumbuhnya budaya membaca, memberi kesempatan kepada para penulis untuk terus berkarya, serta mendorong generasi muda agar berani menuangkan gagasan dan kreativitasnya melalui tulisan,” kata Bang Arul, sapaan akrabnya.

“Kepada para penulis, teruslah berkarya dan menghadirkan tulisan yang memberi inspirasi, memperluas wawasan, serta menjadi catatan berharga bagi generasi yang akan datang,” tambah dia.

Menariknya, Bupati tak langsung meninggalkan tempat usai sesi seremonial. Bang Arul masih duduk di kursi saat  Vukalus membaca “Balada Terbunuhnya Atmo Karpo” dari WS. Rendra dan penampilan monolog dari pelajar SMAN 1 Karang Bintang, Lalu A. Maulana.

Setelahnya, acara dilanjutkan dengan sesi editor dan penulis bicara dan ditutup dengan foto bersama. Bupati yang sempat meninggalkan acara untuk menutup event MTQ Kecamatan Simpang Empat ternyata kembali lagi ke Bandara Bersujud untuk menemui penulis dan orang-orang yang tersisa malam itu.

Tak hanya Bupati, Hj. Rina pun ikut duduk di sana, berbincang dan banyak bertanya tentang “Suara dari Tenggara”, mengenai latar belakang dan kenapa buku itu ditulis. Ia juga bertanya tiga tulisan favorit editor yang salah satunya bicara tentang guru yang sering meninggalkan kelas untuk hadir di kegiatan-kegiatan literasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah buku bersama Dosen Pascasarjana ULM, Sainul Hermawan, pada Minggu pagi yang dihadiri para penulis dan anggota komunitas literasi Tanah Bumbu.

Sebelumnya, acara diramaikan dengan event pra-launching yang diisi dengan pembukaan lapak baca dan live musik di kawasan Bandara Bersujud.

Perayaan Suara dari Tenggara memperlihatkan bahwa literasi di Tanah Bumbu tak hanya sebatas kegiatan. Ia bisa menjadi ruang untuk berpikir, bersuara, dan meninggalkan catatan tentang zaman.

Author