INTERAKSI.CO, Aceh – Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) memasang sebanyak 60 unit instalasi air minum berbasis Reverse Osmosis (RO) di sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Aceh Tamiang.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Komandan Satuan Tugas Air Bersih Aceh Tamiang sekaligus Kepala Program Studi Informatika Unhan, Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah, mengatakan pemasangan instalasi tersebut diawali dengan survei dan pemetaan kebutuhan air bersih di lapangan.
“Unhan sebagai think tank pertahanan telah merancang sistem penyediaan air bersih berkelanjutan, khususnya untuk daerah terdampak bencana. Ini adalah karya anak bangsa untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Adam, Minggu (25/1/2026).
Baca juga: Prabowo Pulang dari Lawatan Eropa, Bawa Investasi dan Kerja Sama Strategis
Menurutnya, teknologi RO ini dirancang langsung oleh dosen dan peneliti Unhan agar air yang sebelumnya tidak layak konsumsi dapat diolah menjadi air bersih dan air minum yang aman.
Salah satu titik pemasangan berada di SDN 1 Tualang Cut, Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed.
Sejak 20 Desember 2025, tim telah memasang instalasi air di berbagai titik. Tiga unit berada di Kabupaten Bener Meriah, sementara sisanya tersebar di wilayah Aceh Tamiang, terutama di puskesmas, sekolah, masjid, kantor pelayanan publik, hingga wilayah terpencil seperti Kampung Babo.
“Prioritas kami adalah fasilitas kesehatan karena air bersih sangat krusial bagi pelayanan medis. Namun kami juga menyasar wilayah yang sulit akses air bersih,” jelas Adam.
Ia menegaskan seluruh instalasi RO diberikan secara hibah dan tidak boleh diperjualbelikan. Pengelola setempat juga mendapat pelatihan agar alat tetap terawat dan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, dosen sekaligus peneliti Unhan, Dian Parwati Ningtyas, menjelaskan bahwa teknologi RO bekerja dengan sistem filtrasi dan tekanan tinggi untuk menghilangkan bakteri, virus, serta kandungan berbahaya dalam air.
“Air hasil olahan memiliki pH netral, kadar garam rendah, dan aman dikonsumsi. Sistem ini juga dilengkapi sensor TDS serta sterilisasi ultraviolet,” jelas Dian.
Ia menambahkan, karakteristik air di Sumatra yang cenderung asam telah diantisipasi dengan formulasi mineral khusus hasil riset panjang tim Unhan. Satu unit instalasi RO mampu memproduksi hingga 15.000 liter air per hari.
Ke depan, Kemhan menargetkan pemasangan 100 unit instalasi RO di berbagai daerah rawan bencana dan wilayah terpencil sebagai bagian dari program ketahanan nasional di sektor air bersih.





