INTERAKSI.CO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan stok bahan bakar minyak di Indonesia masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun BBM.
Melalui Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan BBM nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran Idulfitri 2026.
Anggia mengatakan pemerintah terus memantau distribusi BBM agar berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying yang justru berpotensi memicu kelangkaan di sejumlah daerah.
Pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil meskipun harga minyak dunia sedang mengalami dinamika.
Selain menjaga stok, pemerintah juga memperkuat sistem distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia di berbagai daerah menjelang meningkatnya konsumsi selama periode mudik Lebaran.
Baca juga: Indonesia Butuh 150 Ribu Insinyur untuk Dukung Industri Digital dan AI
Di sisi lain, fenomena antrean panjang kendaraan sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Kota Banda Aceh.
Sejumlah warga terlihat membawa jeriken untuk menyimpan BBM sebagai langkah antisipasi.
Antrean mulai terjadi sejak Kamis 5 Maret 2026 dan berlanjut hingga hari berikutnya.
Salah seorang pengendara mobil, Saiful Kamar, menilai antrean panjang tersebut sebagian dipicu oleh perilaku ikut-ikutan masyarakat yang khawatir stok BBM akan habis.
Menurutnya, pengalaman kelangkaan BBM saat bencana banjir sebelumnya juga membuat masyarakat lebih waspada.
Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya kebutuhan bahan bakar menjelang arus mudik Lebaran.
Petugas kebersihan di salah satu SPBU, Maujul Bahri, mengatakan antrean kendaraan mulai membludak sekitar pukul 10.00 WIB meskipun sebelumnya situasi masih relatif normal.
Namun antrean tersebut tetap berjalan tertib dan tidak sampai menimbulkan gangguan lalu lintas yang serius di beberapa lokasi.
Sementara itu, pengawas SPBU Lamdingin Firdaus memastikan pasokan BBM di tempatnya masih aman.
Pada hari yang sama, SPBU tersebut menerima dua mobil tangki dengan total pasokan sekitar 48 ton BBM yang terdiri dari Pertamax, Pertalite, dan Biosolar.
Menurutnya, antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat dibandingkan karena keterbatasan stok.
Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi energi tetap stabil selama Ramadan dan menjelang Lebaran.





